MBAY, FLORESPOS.net-Dua ruang kelas di SDI Hobopadu, Desa Wolowea Barat, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ambruk diterjang angin kencang pada Selasa (3/3/2026) sore.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini berdampak serius pada kegiatan belajar mengajar siswa. Karena ada kabel listrik yang melintasi di atas seng sekolah tersebut.
“Rangka bangunan sudah rapuh, angin kencang memperparah kondisi. Syukurlah, saat kejadian, ruang kelas sedang kosong,” kata Kepala SDI Hobopadu Hermina Gai kepada Florespos.net, melalui telepon, Rabu (4/3/2026) siang.
Hermina Gai mengatakan, kondisi bangunan sudah tua menjadi penyebab utama ambruknya atap dua ruang kelas tersebut.
Kata Hermina Gai, ambruknya dua ruang kelas itu juga menyebabkan kerusakan pada ruang kelas di dekatnya.
Hermina Gai khawatir jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dapat meluas dan berdampak pada bangunan lain.
Ia berharap Pemerintah Daerah Nagekeo bisa segera melakukan perbaikan dan PLN bisa datang memindahkan kabel listrik yang melintasi sekolah.
Saat ini, kata Hermina Gai, pihak sekolah berupaya menata ruang belajar agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan.
“Kalau tidak segera ditangani akan berdampak pada bangunan lain. Selain itu, ada kabel listrik sampai saat ini belum ditangani PLN pasca kejadian itu,” ujarnya.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Tarsius Djogo dihubungi Florespos.net, Rabu (4/3/2026) siang mengaku belum mendapat laporan terkait kejadian itu.
Namun Tarsisius Djogo akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.
“Terima kasih informasi pak. Saya sedang dalam perjalanan dari Kupang ke Nagekeo. Nanti saya telepon kepala bidang untuk segera ke lokasi untuk melihat kejadian tersebut.” katanya. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










