MAUMERE, FLORESPOS.net-Masyarakat Pulau Palue, Kecamatan Palue yang merupakan salah satu pulau terluar di wilayah Kabupaten Sikka berharap agar pembangunan Puskesmas Tuanggeo bisa dilanjutkan kembali.
Harapan ini disampaikan para kepala desa dari 4 desa yang dilayani oleh Puskesmas Tuanggeo yang selama ini hanya mendapatkan pelayanan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Tuanggeo.
“Puskesmas Tuanggeo melayani warga Desa Nitunglea, Desa Rokirole, Desa Tuanggeo dan Desa Ladolaka,” ujar Camat Palue, Rudolfus Riba, Selasa (3/3/2026).
Rudolfus memaparkan jumlah penduduk di Kecamatan Palue yang terdiri dari 6 desa sebanyak 10.728 jiwa sementara jumlah penduduk yang dilayani Puskesmas Tuanggeo sebanyak sekitar 5 ribu jiwa.
Dirinya mengatakan selama ini koordinasi antara pemerintah kecamatan dan Puskesmas berjalan baik dan pihaknya selalu memfasilitasi rapat koordinasi terkait kesehatan.
Biasanya dalam rapat dibahas mengenai evaluasi pelayanan kesehatan termasuk beberapa tindakan-tindakan medis yang berhubungan dengan beberapa penyakit baik penyakit menular maupun tidak menular.
“Untuk demam berdarah memang tahun ini baru ada satu kasus namun langsung ditangani. Untuk beberapa penyakit yang lain yang tidak menular misalnya gizi buruk gisi kurang, stunting itu menjadi perhatian penuh pemerintah,” ungkapnya.
Rudolfus memaparkan, selama ini pelayanan warga di 4 desa di Pulau Palue hanya dilayani di Pustu Tuanggeo dan bila tidak bisa ditangani maka dirujuk ke Puskesmas Palu yang berada di wilayah pesisir pantai.
Ia mengakui selama ini pelayanan kesehatan berjalan dengan baik dan tidak ada keluhan berarti dari masyarakat tetapi alangkah baiknya Puskesmas ini harus tetap menjadi prioritas pembangunan.
“Pembangunan Puskesmas Tuanggeo sebaiknya dilanjutkan karena ini menyangkut pelayanan dasar. Pemerintah desa dan masyarakat bersepakat bahwa pembangunan Puskesmas ini harus dilanjutkan agar pelayanan kesehatan masyarakat menjadi lebih baik,” ucapnya.
Rudlfus menambahkan masyarakat berharap agar Puskesmas Tuanggeo bisa dilengkapi dengan fasilitas memadai termasuk untuk rawat inap sebab selama ini untuk penanganan medis lanjutan pasien harus dirujuk ke RS TC Hillers di Maumere.
Menurutnya warga juga berharap agar ada penambahan tenaga dokter sebab selama ini hanya terdapat seorang dokter yang melayani warga di Pulau Palue.
Selain itu kata dia, untuk rujuk ke RS TC Hillers di Maumere pun tidak mudah karena tergantung dengan ketinggian gelombang laut karena harus menggunakan kapal penumpang tradisional berukuran kecil atau kapal nelayan.
“Itu yang menjadi kendala kami sebab untuk rujuk pun tergantung dengan cuaca di laut. Tapi mau tidak mau harus dirujuk kalau mendesak karena nyawa harus ditolong.Bersyukur para perawat di Pulau Palue kuat mental karena harus berlayar menyeberangi laut selama 5 jam,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










