Manggarai Barat Gunakan Drone untuk Kendalikan Hama dan Penyakit Tanaman - FloresPos Net

Manggarai Barat Gunakan Drone untuk Kendalikan Hama dan Penyakit Tanaman

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 12:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai barat (Mabar) NTT melalu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) mulai menggunakan drone untuk pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman pangan di daerah itu.

Penggunaan drone dimulai saat gerakan pengendalian (Gerdal) terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) di daerah irigasi (DI) Lembor, tepatnya di areal persawahan milik kelompok tani (Poktan) Lestari Satu, Desa Wae Wako, Kecamatan Lembor, Mabar, Kamis (26/2/2026).

“Ini kegiatan perdana kita menggunakan drone dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman di kabupaten ini (Mabar),” ujar Kepala Bidang Penyuluhan dan Proteksi Tanaman pada DTPHP Mabar, Fransiskus Juru kepada media ini saat menyaksikan penerbangan drone di areal persawahan milik Poktan Lestari Satu di Lembor.

Baca Juga :  Madin Tekankan Kerja Sama Penanganan Bencana di Manggarai Barat

Menurutnya, khusus di Poktan Lestari I, luas serangan 12 hektare dari total 25 Ha, 13 Ha sisanya kategori waspada. Jenis OPT di antaranya WBC (wereng batang cokelat), dan HDB (hawar daun bakteri).

“Tapi sekarang aman, sudah diatasi. Apalagi pakai drone, jadinya cepat,” kata Juru.

Masih Juru, ada banyak manfaat drone terkait ini. Di antaranya untuk menyemprot obat-obatan (pestisida) buat basmi OPT, dan juga berfungsi untuk siram pupuk, termasuk pada padi sawah.

Keunggulan menggunakan drone antara lain efektif dan efisien. Hemat tenaga, hemat air dan juga hemat pestisida, kata Juru sembari menambah, Gerdal OPT hari yang sama juga dilakukan di persawahan Terang Mabar, tetapi bersifat manual, semprot pakai tenaga manusia.

Hal senada dikatakan Albertina Muku, Pengendali Organisme Tumbuhan ahli muda pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mabar pada kesempatan yang sama.

Baca Juga :  RDP DPRD Manggarai Barat Panas, Nurdin dan Loymans Baku Ambil Gegara Palu

“Drone itu pesawat tampa awak. Tetapi ada juga pilot dan kopilotnya yang disebut operator. Mereka yang kendalikan drone itu,” tambahnya.

Ketua Poktan Lestari I Wae Wako, Bonifasius Rohim pada kesempatan sama merasa senang atas penggunaan drone untuk penyemprotan obat-obatan pembasmi hama dan penyakit (OPT) di persawahan mereka.

Dengan penggunaan drone berarti sistim pertanian setempat sekarang makin moderen, karena menggunakan alat canggih drone untuk semprot hama-penyakit tanaman padi mereka.

“Banyak untungnya buat kita petani, antara lain hemat tenaga, karena tidak lagi pakai cara lama, tidak gunakan tenaga manusia. Terimakasih kepada pemerintah,” tambahnya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke
Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal
Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga
Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas
Stikes St.Elisabeth Keuskupan Maumere Masih Buka Pendaftaran
Stikes Santa Elisabet Keuskupan Maumere Laksanakan Dies Natalis Kedua, Momentum Merefleksi Perjalanan
Berita ini 152 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:13 WITA

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:51 WITA

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Senin, 13 Juli 2026 - 15:48 WITA

Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WITA

Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 11:47 WITA

Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas

Berita Terbaru

Opini

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:30 WITA

Nusa Bunga

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:13 WITA