LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai barat (Mabar) NTT melalu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) mulai menggunakan drone untuk pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman pangan di daerah itu.
Penggunaan drone dimulai saat gerakan pengendalian (Gerdal) terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) di daerah irigasi (DI) Lembor, tepatnya di areal persawahan milik kelompok tani (Poktan) Lestari Satu, Desa Wae Wako, Kecamatan Lembor, Mabar, Kamis (26/2/2026).
“Ini kegiatan perdana kita menggunakan drone dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman di kabupaten ini (Mabar),” ujar Kepala Bidang Penyuluhan dan Proteksi Tanaman pada DTPHP Mabar, Fransiskus Juru kepada media ini saat menyaksikan penerbangan drone di areal persawahan milik Poktan Lestari Satu di Lembor.
Menurutnya, khusus di Poktan Lestari I, luas serangan 12 hektare dari total 25 Ha, 13 Ha sisanya kategori waspada. Jenis OPT di antaranya WBC (wereng batang cokelat), dan HDB (hawar daun bakteri).
“Tapi sekarang aman, sudah diatasi. Apalagi pakai drone, jadinya cepat,” kata Juru.
Masih Juru, ada banyak manfaat drone terkait ini. Di antaranya untuk menyemprot obat-obatan (pestisida) buat basmi OPT, dan juga berfungsi untuk siram pupuk, termasuk pada padi sawah.
Keunggulan menggunakan drone antara lain efektif dan efisien. Hemat tenaga, hemat air dan juga hemat pestisida, kata Juru sembari menambah, Gerdal OPT hari yang sama juga dilakukan di persawahan Terang Mabar, tetapi bersifat manual, semprot pakai tenaga manusia.
Hal senada dikatakan Albertina Muku, Pengendali Organisme Tumbuhan ahli muda pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mabar pada kesempatan yang sama.
“Drone itu pesawat tampa awak. Tetapi ada juga pilot dan kopilotnya yang disebut operator. Mereka yang kendalikan drone itu,” tambahnya.
Ketua Poktan Lestari I Wae Wako, Bonifasius Rohim pada kesempatan sama merasa senang atas penggunaan drone untuk penyemprotan obat-obatan pembasmi hama dan penyakit (OPT) di persawahan mereka.
Dengan penggunaan drone berarti sistim pertanian setempat sekarang makin moderen, karena menggunakan alat canggih drone untuk semprot hama-penyakit tanaman padi mereka.
“Banyak untungnya buat kita petani, antara lain hemat tenaga, karena tidak lagi pakai cara lama, tidak gunakan tenaga manusia. Terimakasih kepada pemerintah,” tambahnya. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










