MAUMERE, FLORESPOS.net-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-12 Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) menggandeng Bulog Cabang Maumere, Kodim 1603 Sikka, Polres Sikka, Kejaksaan Negeri Sikka, KPU Sikka serta Pemda Sikka dan Desa Nangahale melaksanakan kegiatan.
Kegiatan puncak peringatan HUT AWAS dilaksanakan di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura dengan mengusung tema “AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka” pada hari Sabtu (14/2/2026).
“Kegiatan hari ini merupakan bentuk kepekaan dan kepedulian Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) terhadap lingkungan hidup dan masyarakat yang ada di Desa Nangahale terkhususnya di Dusun Namangdoi,” sebut Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, Sabtu (14/2/2026).
Sahanudin menegaskan hal ini penting bagi Desa Nangahale sebab semua mengetahui bahwa mimpi besar penanaman bakau ini memiliki banyak manfaat bagi lingkungan.
Dikatakannya, bakau atau mangrove selain untuk menahan abrasi dan bencana alam, bakau atau hutan mangrove bisa dijadikan sebagai tempat wisata bila dikelola dengan baik.
“Abrasi di Desa Nangahale mengakibatkan 2 dusun yakni Dusun Namangdoi dan Dusun Nangahale sepanjang kurang lebih 500 meter wilayah pesisir pantainya terancam abrasi,” ungkapnya.
Sahanudin mengatakan, abrasi juga membuat 2 sekolah terancam yakni MTS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale dan MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale karena berada di pinggir pantai.
Kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan sering disampaikan dan diusulkan Pemerintah Desa Nangahale kepada pemerintah baik lewat Musyawarah Rembuk Kecamatan (Musrembang) maupun saat berdialog bersama pemerintah kabupaten.
“Bahkan kami beberapa tahun lalu itu sempat melakukan dialog. dengan DPRD Sikka. Karena pertimbangan anggaran juga sehingga sampai hari ini masih dijanjikan,” terangnya.
Sahanudin berharap melalui rekan-rekan Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) kondisi abrasi ini diberitakan agar bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat.
Dirinya mengatakan, mangrove juga sebagai tempat berlindung dan berkembangbiak biota laut dan burung bahkan bisa menjadi tempat bersarang madu hutan.
“Bahkan hutan mangrove juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata seperti di desa tetangga Desa Watubaing. Ini peluang yang harus dibaca oleh masyarakat Nenghale dan bila masyarakat siap maka pemerintah juga siap,” ucapnya.
Sahanudin memaparkan, beberapa tahun lalu Kepala Dusun Namangdoi meraih penghargaan Kalpataru dari Penjabat Bupati Sikka kategori pemerhati lingkungan hidup.
Dirinya berpikir melalui momentum ini, kepala dusun yang juga selama ini sudah melakukan aktivitas penanganan mangrove tinggal didukung saja dan dikembangkan agar bisa jadi destinasi wisata.
“Saya pikir ini sangat bisa dan semoga penanaman mangrove ini bisa memberikan dampak terbaik bagi lingkungan dan masyarakat,” pesannya.
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1603 Sikka, Mayor Cba Dominggus M. Atamani mengucapkan selama ulang tahun yang ke-12 untuk AWAS.
Dominggu berharap AWAS lebih awas dan menjadi terompet, menjadi corong dalam menyuarakan aspirasi masyarakat demi pembangunan dan kemajuan di Kabupaten Sikka.
“Hari ini kita melaksanakan penanaman bakau untuk menjaga lingkungan dan kita mencoba berbuat dari hal yang kecil demi lingkungan yang tetap terjaga,” ungkapnya.
Kasdim 1603 Sikka menegaskan, menjaga lingkungan dan menjaga alam dari hal yang kecil sebab kalau bukan kita yang berbuat siapa lagi sebab menjaga lingkungan dan alam bisa menghasilkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Dalam kegiatan penanaman puncak HUT AWAS, pihak perum Bulog Cabang Maumere menggelar penjualan sembako murah untuk masyarakat Desa Nangahale.
Sedangkan aksi penanaman bakau sebanyak 270 pohon melibatkan Kodim 1603 Sikka, Bulog Cabang Maumere, Polsek Waigete, KPU Sikka, Kejaksaan Negeri Sikka serta pemerintah desa Nangahale dan BPD Nangahale.
Aksi penanaman bakau juga melibatkan warga Desa Nangahale khususnya Dusun Namangdoi serta pelajar MTS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale dan MIS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










