ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Kabupaten Ende, Yosef Benediktus Badeoda mengatakan sejak memimpin daerah ini ia melihat ada tiga pilar penguasa bayangan yang dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah.
“Ketika di Ende memerintah sebagai bupati saya temukan tiga pilar penguasa bayangan”, demikian kata Bupati Ende saat menghadiri Family Gathering HPN 2026 yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Ende (PAWE) di Aula PSE, Senin (9/2/2026) lalu.
Tiga pilar penguasa bayangan yang dimaksud oleh Bupati Yosef Badeoda adalah birokrasi, oligarkhi dan pers.
Menurutnya ketiga penguasa bayangan ini secara tidak sadar dapat mempengaruhi kebijakan pemimpin.
Dari ketiga penguasa bayangan tersebut, kata Yosef, pers memiliki peran lebih kuat dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah melalui pemberitaan yang bersifat kritik konstruktif.
“Saya lihat tiga pilar penguasa bayangan ini sudah berlangsung lama dan pers justru lebih kuat karena mengontrol kebijakan pemerintah untuk kepentingan publik”.
Meski menjadi penguasa bayangan, Bupati Yosef Badeoda mengharapakan pers tetap independen, menyajikan pemberitaan sesuai fakta atau kebenaran dan selalu mengedepankan keberimbangan (cover both sides).
Bupati juga mengatakan sebagai pemimpin di daerah ini dirinya selalu mendukung peran pers. Dukungan tersebut seperti menyiapkan anggaran kerja sama dengan media.
“Sebagai Bupati saya tetap mendukung media di Ende. Tahun lalu kita alokasikan anggaran kerja sama sebesar Rp 150 juta tapi terealisasi 50 juta dan 100 juta balik lagi. Kita akan lihat kerjasamanya agar bisa terealisasi”.
Bupati Ende pada momentum hari pers juga menyarankan kepada para pekerja media di daerah ini untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan konsisten dengan pekerjaan.
“Kita rencana bangun kerja sama untuk undang lembaga pers Dr Soetomo agar teman – teman bisa ikut UKW”.
Ketua Persatuan Wartawan Ende (PAWE), Dedy Wolo menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ende yang telah menghadiri acara Family Gathering PAWE
Dedy juga menyampaikan wartawan yang tergabung di PAWE sebanyak 19 orang. Ia menambahkan pada prinsipnya pers mendukung program pemerintah sesuai dengan peran dan fungsinya.
“Kita tetap dukung tetapi jika kebijakan tidak memprioritaskan atau tidak berpihak kepada kepentingan publik maka kita juga akan memberikan kritikan dan melawan kebijakan itu”.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










