MAUMERE, FLORESPOS.net- Perumahan Gloria Regency yang dibangun pengembang lokal PT. Maumere Putra Development (MPD) membuat terobosan dengan membangun perumahan subsidi murah bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah di Kabupaten Sikka.
Berjarak sekitar 13 kilometer arah barat kota Maumere tepatnya di Jalan Trans Utara Flores, Desa Waturia, Kecamatan Magepanda, perumahan Gloria Residence mengusung konsep hunian berkelanjutan.
“Perumahan di Indonesia hari ini sering dibangun cepat, dijual cepat, namun ditinggali mahal seumur hidup,” sebut Etwar Atuna, Direktur PT.Maumere Putra Development, Sabtu (31/1/2026).
Etwar katakan, listrik mahal, air tidak pasti, rumah panas, dan material didatangkan dari luar tanpa mempertimbangkan konteks lokal.
Di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur, kesalahan desain bukan sekadar persoalan kenyamanan tetapi menjadi hukuman biaya bulanan bagi penghuninya selama puluhan tahun.
Padahal, kata dia, rumah adalah investasi terpanjang dalam hidup seseorang sehingga jika desainnya keliru hari ini, maka keluarga yang akan membayar dampaknya dalam jangka panjang.
“Karena itu, hunian berkelanjutan bukan soal idealisme atau tren hijau, melainkan soal bertahan hidup dengan biaya yang masuk akal,” ungkapnya.
Ironisnya, kata Etwar, wilayah yang paling membutuhkan konsep ini justru sering menjadi yang paling tertinggal dalam penerapannya.
Ia menegaskan, dititik inilah Gloria Regency Maumere hadir dengan membangun hunian di Waturia, Kabupaten Sikka.
Dijelaskannya, Gloria Regency adalah sebuah kawasan commercial residential yang dirancang bukan untuk terlihat menarik saat dipasarkan, tetapi tetap rasional dan efisien untuk ditinggali.
“Gloria Regency menggabungkan desain minimalis modern dengan arsitektur adaptif terhadap iklim tropis dan pesisir,” terangnya.
Etwar paparkan, material yang digunakan dalam pembangunan perumahan ini merupakan material lokal yang telah teruji kekuatannya, dikombinasikan dengan teknologi ramah lingkungan yang benar-benar diterapkan, bukan sekadar jargon.
Ia menegaskan, tidak ada gimmick hijau di sini dan setiap elemen dirancang untuk efisiensi nyata dimana lampu jalan tenaga surya dipasang bukan untuk pamer, melainkan untuk menekan biaya energi kawasan.
Selain itu,meteran air digital diterapkan untuk membantu kontrol konsumsi air. CCTV terpasang di area publik demi keamanan serta ruang terbuka hijau dihadirkan bukan hanya sebagai estetika, tetapi sebagai penopang kualitas hidup keluarga.
“Hasilnya adalah hunian yang lebih hemat biaya operasional, lebih sehat, dan memiliki nilai yang terus meningkat dari waktu ke waktu,” ungkapnya.
Etwar menampik, Gloria Regency bukan proyek ideal tetapi ini adalah bisnis yang rasional dengan target pasar yang jelas menyasar ASN, profesional, pengusaha lokal, diaspora NTT, serta investor properti regional.
Dirinya mengakui, hunian dengan pendekatan berkelanjutan di wilayah ini masih sangat terbatas, sementara permintaannya nyata.
Artinya, demand tinggi dengan tingkat kompetisi yang rendah sehingga sejak peluncuran akhir 2023 hingga saat ini, lebih dari 50 unit telah terjual.
Pengurus Kadin Sikka ini sebutkan, model keuangan proyek ini sederhana dan sehat yang mana pendapatan berasal dari penjualan unit, margin dijaga melalui penggunaan material lokal.
“Biaya operasional penghuni ditekan sehingga nilai jual meningkat, dan kawasan mengalami capital gain secara bertahap. Ini bukan spekulasi jangka pendek, melainkan aset hidup jangka panjang,” ucapnya.
Etwar mengakui, pihaknya merupakan developer lokal, arsitek dan teknisi yang memahami bangunan tropis, serta melibatkan tenaga kerja lokal.
Perusahaannya tidak membawa konsep asing, kami membangun dari tanah yang kami pijak dan kami pahami.
Jika hunian berkelanjutan bisa diwujudkan di wilayah kepulauan seperti Maumere, maka tidak ada alasan Indonesia tidak mampu menerapkannya secara nasional.
“Gloria Regency Maumere membuktikan bahwa komersial bisa berkelanjutan, lokal bisa modern, dan rumah bisa menjadi solusi bukan beban.Kami tidak hanya membangun rumah. Kami membangun masa depan perumahan Indonesia,” tuturnya.
Developer PT. Maumere Putra Pratama membangun rumah tipe 36 ini mengusung desain perumahan minimalis modern memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu yang sangat lapang dan juga dapur.
Rumah ini dibangun dan diresmikan bulan September 2023 sebanyak 52 unit dari target sebanyak 300 unit rumah tipe 36 dan saat ini sebudah terjual sebanyak 50 unit lebih.
Lokasi perumahan tergolong strategis sebab dekat dengan SPBU, gereja, masjid, pasar tradidional dan perumahan Nangahure yang ada pusat perbelanjaan modern Almafart.
Fasilitas listrik 1.300 watt dan air dari sumur bor dengan pembayaran menggunakan meteran air sistem komunal smart meter kartu pra bayar serta dipasang PLTS 1 KVA Hybrid di setiap rumah.
Pada tahun 2024 perumahan Gloria Residence meraih penghargaan sebagai perumahan subsidi pendatang baru terbaik tingkat Provinsi NTT dari Bank BTN. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wall Abulat










