Refleksi Hak Anak Tahun 2025 dan Urgensi 2026, Save the Children: Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim - FloresPos Net

Refleksi Hak Anak Tahun 2025 dan Urgensi 2026, Save the Children: Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, FLORESPOS.net-Anak-Anak Indonesia semakin hidup di ruang digital, namun di saat yang sama menghadapi tekanan serius terhadap kesehatan mental dan perlindungan mereka.

Di sisi lain, krisis iklim yang kian nyata juga berdampak langsung pada pemenuhan hak-hak dasar anak, mulai dari pangan, pendidikan hingga rasa aman. Temuan ini disampaikan dalam diskusi media awal tahun 2026 oleh Save the Children Indonesia.

Studi Save the Children Indonesia tahun 2025 tentang Penguatan Perlindungan Digital dan Kesejahteraan Anak menunjukan bahwa hampir 40 persen anak usia SMP menghabiskan waktu 3 sampai 6 jam per hari di depan gawai.

“Puncak penggunaan terjadi pada pukul 18.00 hingga 21.00. Anak perempuan tercatat menghabiskan waktu layar lebih lama dibandingkan anak laki-laki,” papar Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.

Dalam rilis yang diterima Florespos.net, Kamis (15/1/2026) Dessy menegaskan, temuan ini menguatkan fakta bahwa dunia digital telah menjadi ruang hidup utama anak.

Baca Juga :  Jumlah Pekerja Anak Meningkat. Save the Children Perkuat PATBM untuk Lindungi Anak dari Risiko Pekerjaan Berat

Bahkan ketika sekolah melarang penggunaan ponsel, anak tetap berupaya mengakses gawai saat jam pelajaran.

Ia menyebutkan, hal lain yang ditemukan dalam studi yakni meningkatnya literasi digital tidak berkorelasi langsung dengan kesejahteraan mental anak.

Dikatakannya, semakin tinggi tingkat kecanduan digital, semakin buruk kondisi kesehatan mental anak.

“Studi juga menjelaskan bahwa anak-anak umumnya sudah memahami berbagai risiko di ruang digital, seperti penipuan, peretasan, pencurian data dan perundungan siber,” ungkapnya.

Dessy menyayangkan, kesadaran ini tidak dibarengi dengan keterampilan untuk merespons secara aman dan sehat.

Dia menyebutkan, anak-anak tahu risiko di ruang digital, tapi mereka bingung harus berbuat apa dan literasi digital saja tidak cukup.

“Anak membutuhkan penguasaan kompetensi digital yang utuh, pendampingan orang tua, serta dukungan kesehatan mental yang memadai,” ucapnya.

Baca Juga :  YLKI Minta Usut Tuntas--Penyebab Tenggelamnya Kapal Wisata Putri Sakinah di Labuan Bajo

Save the Children percaya setiap anak berhak mendapatkan masa depan dimana di Indonesia dan di seluruh dunia, Save the Children melakukan apapun yang harus dilakukan setiap hari.

Termasuk saat krisis agar anak-anak mendapatkan pemenuhan hak atas hidup yang sehat, kesempatan untuk belajar, dan perlindungan.

Pakar Save the Children pergi ke tempat yang paling sulit dijangkau di mana sangat sulit untuk menjadi anak-anak.
Save the Children memastikan kebutuhan unik anak-anak terpenuhi dan suara mereka didengarkan.

Bersama anak-anak, keluarga dan masyarakat, serta pendukung di seluruh dunia, kami mencapai hasil berkelanjutan untuk jutaan anak.

Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, kami adalah yang pertama dan terkemuka di dunia organisasi independen untuk pemenuhan hak anak, mengubah kehidupan dan masa depan kita bersama. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah
Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:47 WITA

Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen

Berita Terbaru