LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Manakala curah hujan tetap tinggi, produksi cengkih di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT tahun 2026 diprediksikan bakal menurun, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Dua.
Demikian Bernadus Ambat, anggota DPRD Mabar asal Kecamatan Ndoso ketika berbincang dengan media ini di Labuan Bajo baru-baru ini.
Menurut Ambat, Dapil Mabar Dua meliputi Kecamatan Ndoso, Kuwus, Kuwus Barat, Pacar, dan Masang Pacar.
Cengkeh, kata Ambat, salah satu komoditi unggulan masyarakat Dapil II, selain kopi, kemiri, kakao/cokelat, tuak/sopi dan gula batang, porang serta lain-lain.
Namun, tahun-tahun terakhir, khusus produksi cengkeh di wilayah Dapil 2 diprediksikan bakal menurun apabila curah hujan masih tetap tinggi.
“Kalau curah hujannya tetap tinggi, bisa dipastikan produksi cengkih tahun 2026 akan menurun jauh,” ungkap Ambat mengutip pandangan petani Dapil Dua.
Masih Ambat, wilayah utara Mabar, khusus 5 kecamatan curah hujan tinggi sekali. Dan jika curah hujan tetap tinggi, maka sudah bisa dipastikan produksi cengkih akan turun jauh tahun 2026 ini, katanya.
Beberapa tahun terakhir ini, di wilayah utara Mabar hujan terus, sekalipun pada musim kering. Biasanya musim kering di utara Mabar, di Dapil 2 itu, musim kering jatuh pada Juli sampai Oktober.
Tetapi beberapa tahun ini, bulan Juli, bulan Agustus masih curah hujan tinggi. Apalagi masuk September, hujan terus.
“Jadi, prediksi kebanyakan petani cengkih, jika curah hujannya tertinggi, bisa dipastikan produksi cengkih tahun 2026 ini akan menurun jauh,” kata Ambat.
Kecuali Cengkeh, komoditi perkebunan jenis lain di Dapil Dua, di wilayah utara Mabar, hasilnya bagus. Antara lain coklat/kakao, kemiri, kopi dan sebagainya. “Menurut mereka begitu,” ujar Ambat. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wall Abulat










