Curah Hujan Tinggi, Produksi Cengkih di Manggarai Barat Diprediksikan Menurun - FloresPos Net

Curah Hujan Tinggi, Produksi Cengkih di Manggarai Barat Diprediksikan Menurun

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Manakala curah hujan tetap tinggi, produksi cengkih di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT tahun 2026 diprediksikan bakal menurun, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Dua.

Demikian Bernadus Ambat, anggota DPRD Mabar asal Kecamatan Ndoso ketika berbincang dengan media ini di Labuan Bajo baru-baru ini.

Menurut Ambat, Dapil Mabar Dua meliputi Kecamatan Ndoso, Kuwus, Kuwus Barat, Pacar, dan Masang Pacar.

Cengkeh, kata Ambat, salah satu komoditi unggulan masyarakat Dapil II, selain kopi, kemiri, kakao/cokelat, tuak/sopi dan gula batang, porang serta lain-lain.

Baca Juga :  Barang Bukti dan Tersangka Tahap 2 IKK Nelle Diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum

Namun, tahun-tahun terakhir, khusus produksi cengkeh di wilayah Dapil 2 diprediksikan bakal menurun apabila curah hujan masih tetap tinggi.

“Kalau curah hujannya tetap tinggi, bisa dipastikan produksi cengkih tahun 2026 akan menurun jauh,” ungkap Ambat mengutip pandangan petani Dapil Dua.

Masih Ambat, wilayah utara Mabar, khusus 5 kecamatan curah hujan tinggi sekali. Dan jika curah hujan tetap tinggi, maka sudah bisa dipastikan produksi cengkih akan turun jauh tahun 2026 ini, katanya.

Beberapa tahun terakhir ini, di wilayah utara Mabar hujan terus, sekalipun pada musim kering. Biasanya musim kering di utara Mabar, di Dapil 2 itu, musim kering jatuh pada Juli sampai Oktober.

Baca Juga :  Kapolri Listyo Sigit Tutup AMMTC Labuan Bajo, Sesuai Harapan Presiden

Tetapi beberapa tahun ini, bulan Juli, bulan Agustus masih curah hujan tinggi. Apalagi masuk September, hujan terus.

“Jadi, prediksi kebanyakan petani cengkih, jika curah hujannya tertinggi, bisa dipastikan produksi cengkih tahun 2026 ini akan menurun jauh,” kata Ambat.

Kecuali Cengkeh, komoditi perkebunan jenis lain di Dapil Dua, di wilayah utara Mabar, hasilnya bagus. Antara lain coklat/kakao, kemiri, kopi dan sebagainya. “Menurut mereka begitu,” ujar Ambat. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 868 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA