BORONG, FLORESPOS.net-Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas melantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP), di aula Kantor Daerah, Selasa (23/12/2025).
Adapun 11 pejabat PTP lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang dilantik, yakni Yohanes Santoso Manu Belu sebagai Kepala Dinas Nakertras, Wesa Woda Ignasius sebagai Kepala Dinas Perhubungan.
Vinsensius Mahus sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Agustinus Susanto sebagai Kepala Pelaksanaan BPBD, Aloysius Roma sebagai Sekretaris Dewan, Pranata Kristian Agas sebagai Kadis P2KB, Ferdinandus Mbempok sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Maria Alfonsa Yarini Gagu sebagai Kepala Dinas Sosial, Gregorius Severius Jaliman sebagai Staf Ahli, Marselinus Manggas sebagai Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat dan Conrad Herdiman Djalang sebagai Kepala Dinas Koperasi UMKM.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan birokrasi.
Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama harus mampu menerjemahkan visi dan misi daerah ke dalam kebijakan dan program yang terukur serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pelantikan hari ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik” katanya.
Kata Bupati Agas Andreas, Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama memiliki peran yang strategis sebagai penggerak utama organisasi perangkat
daerah.
“Pejabat yang dilantik hari ini memikul tanggung jawab besar dalam merumuskan kebijakan teknis, mengkoordinasikan pelaksanaan program, serta memastikan tercapainya sasaran pembangunan daerah sesuai visi dan misi Kabupaten Manggarai Timur.”
Lebih lanjut Bupati Agas Andreas mengatakan pelantikan tersebut bukan semata-mata pengisian jabatan struktural belaka, melainkan penegasan amanah negara kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai.
Para pejabat yang dilantik tersebut kata Bupati Agas Andreas, telah melalui proses seleksi terbuka yang objektif, transparan, dan akuntabel, meliputi perencanaan dan pengumuman seleksi terbuka.
Lalu, seleksi administrasi, uji kompetensi manajerial dan sosial kultural ole asesor, uji kompetensi teknis sesuai karakteristik jabatan, penulisan dan presentasi makalah, dan wawancara akhir.
Kata Bupati Agas Andreas, pelantikan ini juga merupakan bagian dari penguatan reformasi birokrasi. Penerapan manajemen talenta ASN menjadi instrumen penting untuk memastikan kesempatan ASN sesuai kompetensi, potensi, dan kinerja.
“Saya menegaskan agar pejabat Pimpinan Tinggi Pratama menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada kinerja serta pelayanan publik. Saya juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika jabatan dan Prinsip netralitas ASN.”
“ASN harus bebas dari intervensi politik praktis dan kepentingan pribadi, serta senantiasa bertindak berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kepentingan publik,” kata Bupati Agas Andreas.
Selaku Kepala Daerah, Bupati Agas Andreas berharap kepada para pejabat yang baru dilantik untuk memaknai pelantikan ini dengan positif dan memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya.
“Bertanggungjawab dan akuntabel dalam mempergunakan sumber daya yang ada dan dalam menjalankan kewenangannya masing-masing,” kata Bupati Agas Andreas. *
Penulis : Albert Harianto
Editor : Wall Abulat










