Rapat Paripurna Interpelasi Ricuh, Bupati Ende Tinggalkan Ruangan - FloresPos Net

Rapat Paripurna Interpelasi Ricuh, Bupati Ende Tinggalkan Ruangan

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Rapat paripurna interplasi terhadap Bupati Ende yang dilaksanakan di ruang sidang paripurna DPRD Ende, Rabu (17/12/2025) pagi berakhir ricuh.

Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda bersama ASN yang hadir pada rapat tersebut meninggalkan ruangan sidang paripurna.

Pantauan media ini, Bupati Ende saat turun dari podium meja pimpinan dijemput oleh beberapa ASN dan dikawal aparat keamanan menuju mobil. Bupati kemudian meninggalkan kantor DPRD Ende menuju rumah jabatan.

Beberapa anggota DPRD Ende pun bereaksi dengan sikap bupati dan menilai ASN yang menyerobot menjemput bupati di meja pimpinan adalah tindakan tidak menghargai lembaga.

Kericuhan itu terjadi setelah pimpinan sidang Wakil Ketua DPRD Ende, Yanus Waro membuka rapat paripurna dan memberikan kesempatan kepada anggota mengajukan pertanyaan kepada bupati sesuai agenda paripurna interplasi.

Yanus menyampaikan mekanismenya pimpinan memberikan kesempatan kepada anggota DPRD Ende untuk mengajukan pertanyaan kepada bupati dan pertanyaan tersebut fokus pada subtansi paripurna interplasi yaitu Perbup No 10 tahun 2025. Anggota DPRD Ende hanya ajukan pertanyaan dan tidak saling membantah.

Pembukaan berjalan aman dan lancar hingga pimpinan memberikan kesempatan kepada anggota untuk mengajukan pertanyaan kepada bupati.

Ketua Fraksi PKB, Abdul Kadir Hasan meminta waktu berbicara dan mulai menyampaikan pertanyaan terkait apa dasar kebijakan Bupati yang merubah struktur APBD 2025 dengan Perbup No 10 tahun 2025. Kadir mengajukan pertanyaan dan meminta Bupati Ende menjawab.

Baca Juga :  Nando Watu Serahkan Beasiswa PIP Aspirasi AHP untuk 30 SDK Marsudirini Detusoko- Ende

Namun Vinsen Sangu ketua Fraksi PDIP menginterupsi dan meminta pimpinan agar alur sidang sesuai dengan mekanisme.

Abdul Kadir menanggapi interupsi Vinsen Sangu dengan nada tinggi tetapi tetap melanjutkan pertanyaan.

Atas pertanyaan Kadir, Bupati Ende mengatakan sesuai agenda yang diterimanya anggota DPRD mengajukan pertanyaan dan bupati menjawab bukan interaksi langsung.

Abdul Kadir tersulut emosi dan berbicara dengan nada tinggi dan memukul meja. Melihat situasi tersebut beberapa ASN maju ke meja pimpinan menjemput bupati dan membawa bupati keluar dari ruangan.

Suasana tegang dalam ruangan berlangsung kurang lebih 15 menit dan pimpinan sidang kembali memanggil anggota DPRD Ende untuk melanjutkan rapat tanpa dihadiri oleh Bupati dan ASN.

Rapat lanjutan membahas tentang langkah yang diambil oleh lembaga DPRD Ende pasca kericuhan itu.

Atas peristiwa itu lembaga DPRD Ende akan melaporkan ASN yang menyerobot ke meja pimpinan membawa bupati keluar dari ruangan.

Empat fraksi di DPRD Ende yaitu PKB, PSI, Nasdem dan Golkar sepakat lanjut ke hak angket. Dua fraksi abstain yaitu Hanura dan Demokrat, dua fraksi lainnya meminta pimpinan DPRD Ende mengagendakan ulang paripurna interplasi.

Baca Juga :  Capping Day Prodi Keperawatan Ende, 58 Mahasiswa Ucapkan Janji Sebelum Praktik Lapangan

Wakil Ketua DPRD Ende, Yanus Waro yang memimpin sidang mengatakan suasana tersebut adalah dinamika dalam sidang di DPRD Ende.

Pihaknya menyayangkan beberapa ASN yang maju kedepan menggiring bupati keluar dari ruangan. Ia mengatakan DPRD Ende akan melaporkan oknum ASN tersebut ke pihak berwajib.

“Kita sudah lalui bersama dinamika hari ini dan pemerintah tinggalkan ruangan. Akhirnya kita skorsing dan buka skorsing dan usulan empat fraksi lanjut ke angket, dua fraksi agendakan kembali paripurna interplasi dan dua fraksi abstain”.

“Rapat Paripurna itu rapat yang sangat penting untuk lembaga DPRD namun ada beberapa oknum ASN tiba-tiba masuk dan menggiring bupati meninggalkan ruangan. Demi menjaga marwah lembaga kita akan laporkan ke pihak berwajib”.

Tanggapan Bupati Ende

Bupati Ende, Yoseph Badeoda mengatakan ia meninggalkan ruangan karena suasana tidak kondusif. Menurutnya agenda yang diterima oleh pemerintah adalah penyampaian pertanyaan dari anggota dewan baru dijawab bupati bukan melakukan konfrontasi.

Bupati mengatakan jika mekanisme tersebut diikuti atau ditaati maka paripurna akan berjalan lancar dan aman.

“Agendanya penyampaian pertanyaan dari semua anggota dewan baru dijawab kepala daerah. Bukan bupati diajak debat kusir. Saya taat pada agenda. Pemerintah juga punya hak tidak menjawab jika pertanyaan tidak sesuai dengan agenda dan subtansi interplasi”.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial
Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende
Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas
Selamatkan Korban dan Pengungsi Gempa Bumi Flores, Aksi Flores Mendesak Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Penanggulangan Bencana
Kekeringan Melanda Sikka, Pemerintah Droping Air Bersih ke Berbagai Wilayah
Hasil Pengeboran BWS, Ditemukan Empat Titik Mata Air di Pulau Palue
PKB Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD Ende di Pileg 2029
Bupati Ngada Sebut Gereja Mitra Strategis Pemda
Berita ini 330 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:37 WITA

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:04 WITA

Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:18 WITA

Selamatkan Korban dan Pengungsi Gempa Bumi Flores, Aksi Flores Mendesak Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Penanggulangan Bencana

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:02 WITA

Kekeringan Melanda Sikka, Pemerintah Droping Air Bersih ke Berbagai Wilayah

Berita Terbaru