“Jadi dari 2023/2024 ke 2024/2025 itu ada kenaikan yang signifikan mencapai 3.714 penumpang.Mudah-mudahan di tahun 2025/2026 ini akan lebih naik lagi supaya ini mendorong ekonomi di daerah ini,” ungkapnya.
Ryan mengatakan, untuk Nataru 2025/2026 ini nantinya pemerintah akan memberikan diskon tiket kapal penumpang dan pihaknya mengharapkan penumpang bisa tiba ke tempat tujuan dengan aman dan selamat.
Dirinya memaparkan, sampai saat ini dari mitigasi yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi, ruang penumpang di dermaga 3 untuk Pelni itu memang kapasitasnya kurang.
“Di dermaga 3 ini sudah tidak sanggup untuk menampung tapi kami upayakan semaksimal mungkin.Pelindo juga telah menambah tenda-tenda untuk menampung demi kenyamanan penumpang,” jelasnya.
Ryan menyebutkan, pihaknya memang mengarahkan agar kapal Pelni nantinya bersandar di dermaga 4 cuma memang ada skema-skema dan ada prosedur-prosedur yang harus dilalui.
Ia mengatakan, Pelni termasuk perusahaan yang menjalankan Public Service Obligation (PSO) atau Kewajiban Pelayanan Publik sehingga pihaknya harus berkoordinasi dulu dengan pusat untuk pemindahan kapal ini.
“Kami harapkan di tahun 2026 mendatang kapal Pelni sudah bisa bersandar di dermaga 4. Memang kami butuh koordinasi lagi untuk memindahkan kapal Pelni dari dermaga 3,” ucapnya.
Ryan menjelaskan, dalam menjaga keselamatan pelayaran memang dibutuhkan kapal-kapal asis (kapal tunda atau kapal pandu) untuk memandu kapal-kapal bersandar di pelabuhan.
Ia mengaku sedang berkoordinasi terkait pemanduan dan penundaan kapal yang akan bersandar di pelabuhan Laurens Say termasuk di dermaga 4 mengingat pelabuhan ini masih masuk kategori pelabuhan pemanduan luar biasa.
“Nanti kami akan melakukan koordinasi terkait dengan penetapan Perairan Wajib Pandu terhadap kapal-kapal.Nantinya kapal-kapal diatas 500 GT yang bersandar disini wajib dipandu,” pungkasnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










