Wabup Sikka Tegaskan Pasar Wuring Ilegal dan Lokasinya Tidak Sesuai Tata Ruang Wilayah - FloresPos Net

Wabup Sikka Tegaskan Pasar Wuring Ilegal dan Lokasinya Tidak Sesuai Tata Ruang Wilayah

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka melakukan penutupan aktifitas Pasar Wuring sebab pasar tradisional ini merupakan pasar ilegal, tidak berizin dan saat jaman Penjabat Bupati Sikka dikeluarkan instruksi untuk ditutup.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah ini membuat CV, Bengkunis selaku pengelola Pasar Wuring menggugat Pemerintah Kabupaten Sikka hingga proses hukum berlanjut hingga ke Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

“Proses hukumnya sampai tingkat Kasasi di Mahkamah Agung RI dan dimenangi oleh Pemda Sikka sehingga Pemda Sikka melakukan eksekusi berdasarkan hasil keputusan hukum tersebut,” ungkap Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi saat ditemui di kantor Bupati Sikka, Jumat (12/12/2025).

Simon menjelaskan, keputusan hukumnya sudah inkrah dan meski sekarang CV.Bengkunis Jaya sedang melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) tapi proses kasasinya sudah selesai.

Dirinya menegaskan, dalam keputusan kasasi tersebut disebutkan agar aktifitas pasar dihentikan sehingga pemerintah menindaklanjuti dengan menghentikan aktivitas pasar tersebut.

Baca Juga :  Reses di Desa Naru, Anggota DPRD Ngada Joys Djawa Jaring Banyak Aspirasi

“Aktifitas pasarnya saja yang dihentikan sementara bangunannya tidak dibongkar karena milik CV.Bengkunis.Pasar PNPM milik pemerintah juga dihentikan aktifitasnya dan aktifitas di Pasar Wuring tidak sesuai tata ruang,” terangnya.

Simon menambahkan, pemerintah juga ingin mengoptimalkan penggunaan Pasar Alok sebab pasar tradisional ini merupakan salah satu pasar terbesar di Provinsi NTT.

Selain itu, pemerintah daerah juga dituntut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga para pedagang bisa berjualan di Pasar Alok dan pemerintah mendapatkan pemasukan.

“Pasar Alok kan masih luas dan bisa menampung semua pedagang dari pasar Wuring dan Pasar PNPM.Rata-rata pedagang di Pasar Wuring dan PNPM itu paginya berjualan di TPI Alok, siang di Pasar Alok dan sore harinya mereka berjualan di Pasar Wuring,” ungkapnya.

Adanya pro dan kontra di masyarakat menurut Simon itu hal yang biasa dan baginya tidak masuk akal bila ada yang menolak sebab pemerintah hanya menjalankan keputusan hukum.

Baca Juga :  Dua Puskesmas di Sikka Segera Dibangun, Anggaran Rp 12,6 Miliar

Ia menyebutkan, Pasar Wuring dan PNPM secara higienis, aspek kesehatan juga sangat tidak layak, sampah di mana-mana dan itu diakui oleh para pedagang
saat berdialog dengan dirinya.

“Saat saya berdialog dengan para pedagang, mereka katakan pasarnya kotor, air laut mereka ambil untuk mencuci ikan. Disamping itu juga laut juga dijadikan semacam WC umum,” ujarnya.

Simon menambahkan, para pedagang membuang sampah dan kotoran ke laut di dekat lokasi pasar sehingga membuat laut tercemar dan dipenuhi sampah apalagi sampah plastik.

Mantan anggota DPRD Sikka ini juga menggarisbawahi bahwa lokasi pembangunan Pasar Wuring tidak sesuai dengan tata ruang wilayah dan itu juga ditegaskan dalam keputusan Kasasi.

“Lokasi Pasar Wuring juga tidak sesuai dengan tata ruang wilayah sehingga perlu ditertibkan. Pasar PNPM juga sudah tidak layak sehingga pemerintah memutuskan untuk menutupnya,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Berita ini 190 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Berita Terbaru