Bangun Manggarai Barat, Pemkab Harapkan ‘Dewa Penolong’ PAD Meningkat - FloresPos Net

Bangun Manggarai Barat, Pemkab Harapkan ‘Dewa Penolong’ PAD Meningkat

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) NTT berharap penerimaan PAD setempat terus meningkat. Pendapatan Asli Daerah salah satu “dewa penolong” membangun Mabar ke depan karena potensinya menjanjikan.

Menanggapi wartawan baru-baru ini di Labuan Bajo, Sekretatis Daerah (Sekda) Mabar, Fransiskus Salesius Sodo, mengungkapkan, ke depannya Pemkab harus mengoptimalkan penerimaan PAD untuk membiayai pembangunan setempat.

Diungkapkan, dana transfer daerah Tahun 2026 untuk Kabupaten Mabar mengalami penurunan, hanya Rp. 839.869.273.000. Itu sudah termasuk DAU (Dana Alokasi Umum), DAK (Dana Alokasi Khusus), dan dana bagi hasil.

Untuk DAU sebesar Rp. 505.797.192.000, DAK fisik. Rp. 2,4 miliar, DAK non fisik Rp. 201 miliar. Sisanya dana bagi hasil dari pagu dana transfer daerah Mabar Tahun 2026 Rp. 839 miliar lebih.

Jumlah DAU tahun-tahun sebelumnya untuk Mabar lebih dari pagu 2026. DAK fisik juga sebelum-sebelumnya sering dengar di angka Rp. 207 miliar, pernah Rp. 300-an miliar. Begitu pula dana bagi hasil, sebelum-sebelumnya besar, tapi di 2026 berkurang.

DAK non fisik Mabar Tahun 2026 Rp. 201.243.699.000. Peruntukannya yakni bayar tunjangan profesi guru, dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan beberapa yang lainnya.

Porsi terbesar DAK non fisik tersebut yakni buat tunjangan profesi guru Rp. 102 miliar, dan BOS sebesar Rp. 50 miliar, sisanya untuk item lain paket DAK non fisik.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata Flores Timur Gelar Pelatihan Kompetensi Tenaga Kerja Perhotelan

Dengan demikian, rata-rata dana transfer daerah Tahun 2026 buat Mabar, mungkin untuk seluruh Indonesia, kurang lebih hanya untuk gaji pegawai/ASN (Aparatur Sipil Negara).

“Jadi DAU itu untuk belanja, kami tidak bilang belanja gaji saja ya, belanja pegawai, dan belanja wajib,” kata Sekda Sodo.

Ketika dipancing, apa di luar itu tidak ada belanja publik? Kurang lebih itu sudah di situ. Hampir, nyaris tidak ada, ujar Sekda Sodo lagi.

Sekda Sodo berharap, penerimaan PAD Mabar ke depannya terus meningkat signifikan. Wajib pajak juga harus bayar pajak.

Masih dia, pembangunan fisik di Mabar Tahun 2026 akan menggunakan anggaran Tahun 2025 yang belum terpakai.

Pada APBD Perubahan 2025, ada puluhan miliar untuk jata pembangunan fisik yang digeser pelaksanaannya ke 2026, antara lain pembangunan ruas jalan Hita-Bari.

“Ya, pembangunan fisik 2025 di Manggarai Barat bergeser ke 2026. Sumber dananya dari APBD Perubahan 2025,” kata Sekda Sodo.

Dengan berkurangnya dana transfer dari Pemerintah Pusat (Pempus) ke Pemerintah Daerah (Pemda), termasuk Mabar, sangat berpengaruh untuk pembangunan fisik di daerah, tak terkecuali Mabar.

Baca Juga :  Pemkab Manggarai Barat Akan Tarik Retribusi Parkir Kendaraan di Tepi Jalan

“Ya, pasti berpengaruh lah. Jalan, jembatan, dan lain sebagainya,” katanya.

Ada beberapa infrastruktur yang dimunculkan baru oleh Pemkab Mabar 2026, seperti rumah potong unggas. Itu karena kebutuhan sangat mendesak, sumber dananya dari APBD Dua Mabar.

Adanya kebijakan efisiensi dari Pempus, Pemkab Mabar harus menggejot seluruh potensi daerah itu. Berharap penerimaan PAD Mabar terus meningkat guna membiayai pembangunan dan mensejahterakan masyarakat.

“Tidak ada pilihan lain sekarang, kecuali PAD, harus optimal seluruh potensi yang ada untuk meningkatkan PAD. Dan di sisi lain, wajib pajak harus membayar pajak,” ujar Sekda Sodo.

Lanjutnya, target PAD Mabar 2026 sebesar Rp. 310 miliar lebih, atau lebih besar dari target PAD Mabar di APBD Perubahan 2025 sebesar Rp. 281 miliar. Realisasi per awal Desember Rp. 249 miliar (88,6 %).

“Berharap terealisasi seratus persen. Kita optimis, karena masih ada waktu sekitar 1 bulan lagi. Posnya antara lain dari pajak hotel dan restoran. Itu kan sudah pasti,” ujar Sekda Sodo.

Target PAD 2026 sebesar 310 miliar, pemerintah optimis terealisasi. Pemerintah punya kewajiban untuk tingkatkan PAD. Harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tambah Sekda Sodo. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 306 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru