Warisan budaya harus menjadi bagian hidup masyarakat: dipakai, dituturkan, dirayakan, dan diwariskan secara sadar. Pendidikan formal dan nonformal memiliki peran strategis dalam tugas ini, dengan menjadikan kebudayaan lokal sebagai sumber belajar yang otentik, bukan sekadar pelengkap kurikulum.
Pada akhirnya, eksistensi warisan budaya adalah cerminan cara bangsa memandang dirinya sendiri. Bangsa yang besar bukan hanya diukur dari kemajuan teknologi dan kekuatan ekonomi, tetapi dari kemampuannya menjaga akar sejarah dan mewariskan nilai kemanusiaan kepada generasi berikutnya.
Merawat warisan budaya berarti menjaga nyawa bangsa itu sendiri, sebab di sanalah identitas bersemayam, dan dari sanalah masa depan memperoleh arah. *
Penulis adalah Dosen Pada Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka










