ENDE, FLORESPOS.net-Hingga saat ini di wilayah Kabupaten Ende, Provinsi NTT hanya memiliki satu distributor dan enam kios pengecer pupuk subsidi.
Keterbatasan atau kekurangan kios pengecer ini menjadi kendala bagi petani mengakses pupuk subsidi. Kondisi ini pun miris karena sebagian besar penduduk di Ende adalah petani.
Senator Angelius Wake Kako (AWK) saat kegiatan Kolaborasi Advokasi Program Swasembada Pangan di Kecamatan Wewaria, Selasa (18/11/2025) mengatakan pupuk subsidi adalah tanda kehadiran negara untuk petani namun sebagian petani belum bisa merasakan.
Kata AWK pupuk subsidi yang diberikan kepada petani dengan tujuan agar membantu petani meningkatkan produksi untuk mendukung swasembada pangan.
“Data yang saya dapatkan di NTT hanya 114 kios pengecer dan di Ende hanya enam kios. Tentu sebagian petani masih kesulitan mengakses dan mendapatkan pupuk subsidi”.
Wakil Ketua Komite II DPD RI ini mengatakan pemerintah daerah dan pemerintah desa mesti mendorong Bumdes jadi kios pengecer menjual pupuk subsidi agar muda diakses petani.
“BUMDes coba masuk dan membantu mendekatkan pelayanan kepada petani, tentunya sesuai dengan HET. Peningkatan produksi itu salah satu faktornya adalah pupuk”.
Data yang diperoleh media ini dari Dinas Pertanian Ende juga menyebutkan jumlah yang sama terkait distributor dan kios pengecer pupuk subsidi di Ende.
Dinas Pertanian menyebutkan kendala yang dihadapi yaitu orang tidak mau jadi distributor dan kios pengecer karena masalah modal dan menjual pupuk subsidi mendapatkan keuntungan yang sangat kecil.
Kegiatan ini dihadiri oleh DPD RI, Angelius Wake Kako, Wabup Ende, Domi Mere, Kepala Dinas Pertanian Ende, Gadir Dean, Camat Wewaria, Fidelis Pela, Kepala BRMP NTT, Dr Abdul Wahab, Kepala Desa, BPP, PPL di Kecamatan Wewaria, Bulog Ende dan perwakilan TNI.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










