MBAY, FLORESPOS.net-Pembangunan Batalyon 834 Nagekeo telah dimulai ditandai dengan pembangunan Markas Batalyon (Mayon) yang dikerjakan oleh PT Intan Karya Indonesia di bawah pimpinan Projek Manajer Sugiarto.
Demikian hal itu disampaikan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1625 Ngada Letkol Czi Deni Wahyu Setiyawan Kepada Florespos.net, Senin (16/6/2025) sore.
Dandim 1625 Ngada mengatakan bahwa pembangunan Batalyon 834 Nagekeo merupakan bagian dari program gelar pasukan dan rencana strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pertahanan dan pembangunan daerah.
Hal ini sesuai dengan UU TNI No. 2 Tahun 2025 dan UU No. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan negara.
Dandim Letkol Czi Deni menyatakan bahwa pembangunan Batalyon 834 Nagekeo merupakan rencana strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pertahanan dan pembangunan daerah.
Pembangunan batalyon ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan negara dan meningkatkan keamanan di wilayah Nagekeo.
Menurut Dandim Letkol Czi Deni, pembangunan Batalyon 834 Nagekeo juga akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
“Dengan adanya batalyon ini, diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan keamanan di wilayah Nagekeo, sehingga dapat menarik investasi dan meningkatkan perekonomian daerah,” ujarnya.
Dandim juga menekankan bahwa pembangunan Batalyon 834 Nagekeo merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara dan menjaga kedaulatan wilayah.
Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bela negara dan patriotisme masyarakat.
“Pembangunan Batalyon 834 Nagekeo juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nagekeo. Dengan adanya batalyon ini, diharapkan dapat memberikan peluang kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Dandim juga mengajak masyarakat Nagekeo untuk mendukung pembangunan Batalyon 834 Nagekeo.
Dengan dukungan masyarakat, diharapkan pembangunan batalyon ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi daerah.*
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Willy Aran










