Hal ini penting untuk melatih pemain-pemain muda mempunyai jam terbang sehingga Persami Maumere membawa sampai dengan 30 orang termasuk yang berusia 17 dan 18 tahun.
“Pemain yang berusia 17 dan 18 tahun ini ada 5 sampai 6 orang sementara mayoritas tim ini kalau seniornya di atas 23 itu ada 7 sesuai dengan regulasi, syarat dan kriteria ETMC. Tapi mayoritas junior itu di bawah umur 20 tahun,” ungkapnya.
Soni mengatakan, bicara target tentu pihaknya ingin menang dan berprestasi tapi yang paling utama adalah memberikan ruang untuk memaksimalkan kepada pemain-pemain lokal sebagai pembuktian bahwa mereka juga mampu dan punya kualitas yang sama.
Ia menekankan, hal ini hanya soal ruang saja, kepercayaan kepada pemain lokal untuk persiapan ETMC apalagi di Sikka lapangan Gelora Samador Maumere sangat memenuhi syarat.
“Pembukaan ETMC tanggal 9 November dan kita sudah koordinasi dengan Paguyuban,diaspora Sikka di Ende dan kita ingin mereka memfasilitasi dan menjadi suporternya Persami,” ucapnya.
Anggota DPRD Sikka ini menyebutkan, Persami Maumere akan bertolak ke Ende tanggal 6 November dan Diaspora Sikka akan menjemput di Kilometer 10 bersama panitia penyelenggara.
Setelah itu diarahkan ke Rujab Bupati Ende untuk ramah tamah terlebih dahulu kemudian dipandu oleh paguyuban keliling Kota Ende dan setelah itu diarahkan ke salah satu rumah anggota paguyuban untuk makan bersama dan dihantar ke home based.
“Dari sisi persiapan matang dan latihan dilaksanakan setiap pagi dan sore hari.Walaupun APBD perubahan belum realisasi, kita tetap maksimalkan,” terangnya.
Soni memaparkan, sebelum turnamen Pra ETMC lokasi training center dipusatkan di Mako Lanal Maumere dan setelah usai Pra ETMC latihan dipindahkan ke Hotel Sea World Waiara.
Pertimbangannya kata dia supaya pemain bisa melakukan latihan fisik di pantai dan dirinya berharap agar persiapan fisik pemain dan lainnya bisa berlangsung maksimal. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










