LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) NTT akan segera menempatkan petugas di Dermaga Ping Labuan Bajo demi mendongkrak penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Demikian Kepala Dishub Mabar, Adrianus Gunawan kepada Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.
Menurut Kadis Gunawan, pihaknya sudah konfirmasi ke Bidang Aset lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, bahwa pelabuhan itu/Dermaga Ping sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Mabar) oleh Pemerintah Pusat (Pempus). Awalnya itu aset pusat, dibangun Pempus.
“Jadi awal bulan depan kita akan tempatkan petugas di situ (Dermaga Ping) untuk menerapkan retribusi PAD,” kata Kadis Gunawan.
Saat ini, kata Kadis Gunawan, retribusi kepelabuhanan fokus pada jasa tambat di pelabuhan yang ada. Tetapi potensi kecil, karena hanya berasal dari kapal-kapal kecil. Terkait ini, Dishub sudah berdiskusi, berkoordinasi dengan berbagai pihak demi mengejar PAD Mabar.
Untuk jasa tambat dan pas masuk selama ini diterapkan di Dermaga Biru di pelabuhan Kampung Ujung. Di Dermaga Ping juga nanti akan dikenai jasa tambat dan pas masuk pelabuhan. Semua untuk PAD Mabar.
“Kita kenakan pas masuk (Rp) dua ribu dan jasa tambat sepuluh ribu. Itu semua retribusi untuk PAD,” ujar Kadis Gunawan.
Dishub juga, lanjutnya, komit dengan rencana percepatan digitalisasi, mesin edisi bagi petugas juru parkir (Jukir).
“Saya sudah perintahkan, apapun kendalanya, tidak ada lagi penggunaan karcis manual,” tegasnya.
Menyinggung petugas Jukir yang lamar baru di Dishub, seperti dilansir media ini sebelumnya, Kadis Gunawan, mengatakan, sebagian sudah bekerja,lain masih menunggu penyesuaian anggaran.
Menyinggung pekerjaan jalan belah Bukit Lancang, seperti diberitakan media ini beberapa waktu sebelumnya, Kadis Gunawan, mengatakan, kasat mata jalan itu sudah selesai dikerjakan, tinggal finishing.
“Saya pernah lewat di situ minggu lalu, kasat mata sudah. Mungkin tinggal finishing. Diharapkan akhir tahun ini (2025) sudah selesai dan dimanfaatkan,” tambah Kadis Gunawan. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando













