Pengadaan Mobil Bor di Dinas PUPR Sikka Masih Tahap Penyelidikan di Polres Sikka - FloresPos Net

Pengadaan Mobil Bor di Dinas PUPR Sikka Masih Tahap Penyelidikan di Polres Sikka

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 20:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kepolisian Resort (Polres) Sikka melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus pengadaan mobil bor di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka.

Kasat Reskrim Polres Sikka dan tim sedang melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari saksi dan saksi ahli untuk mengumpulkan alat bukti guna menentukan apakah perkara ini masuk ranah pidana atau tidak.

“Terkait dengan mobil bor, sementara dalam tahap penyelidikan. Kasat Reskrim dan tim sedang meminta keterangan dari para saksi,” sebut Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga,S.M dalam keterangan pers kepada awak media di Polres Sikka, Jumat (10/10/2025).

Leo sapaannya menegaskan, jika tidak ada halangan maka dalam bulan Oktober 2025 ini akan dilakukan gelar perkara Lidik dan akan dilaksanakan di Polda NTT.

Dirinya menjelaskan, gelar perkara ini dilakukan guna untuk penentuan apakah perkara ini layak dinaikan ke tahap penyidikan atau tidak.

Baca Juga :  Gempa Guncang Flores, Bangunan Ruang Tunggu Penumpang Pelabuhan Laurens Say Maumere Ambruk

“Kata Kasat Reskrim, klau tidak ada halangan maka dalam bulan ini akan dilaksanakan gelar perkara di Polda NTT,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Juvensius Gajon kepada awak media di kantornya mengatakan, tim dari Politeknik Negeri Kupang seitar 4 bulan lalu sebagai ahli telah melakukan pengecekan.

Juvensius mengatakan, mobil bor tersebut termasuk dengan segala aksesorisnya lengkap dan pihaknya sedang berencana membangun garasi untuk penempatannya supaya bisa lebih aman.

“Sementara dalam proses penyelidikan sehingga mobil bor ini belum bisa dioperasikan. Anggaran operasionalnya juga belum ada,” ungkapnya.

Juvensius menyebutkan, dukungan untuk operasional untuk kerja mobil ini belum dianggarkan sebab hendak dianggarkan namun sedang dalam penyelidikan Polres Sikka.

Pertama harus disiapkan sumber daya untuk bisa mengoperasikannya dan pihaknya pernah memiliki seorang tenaga kerja yang bisa mengoperasikannya namun namun operator tersebut sudah meninggal dunia.

“Mau tidak mau sumber daya yang ada harus kita maksimalkan. Biaya operasionalnya untuk solar dan lainnya harus dianggarkan sedangkan alat pendukung kerja sudah tersedia,” ucapnya.

Baca Juga :  Turnamen Bola Voly Camat Waiblama Cup Usung Spirit Kami Ada dan Bisa

Juvensius menambahkan, uji fungsi langsung pengeboran belum dilakukan namun uji coba mekaniknya, hidroliknya, cranenya, mesinnya semuanya telah dilakukan di Dinas PUPR Sikka.

Menurut dia, sudah sekitar setahun lebih mobil bor ini hanya terparkir di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Sikka dan belum bisa dipergunakan.

Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka Fred Djen saat rapat dengar pendapt bersama DPRD Sikka , Selasa (13/6/2023) menyebutkan paket pengadaan barang, Pengadaan Mobil Bor Air senilai Rp 2.372.142.927.

Pemerintah Kabupaten Sikka mengakses dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 sebesar Rp216.254.813.000.

Dana pinjaman daerah tersebut digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, infrastruktur air minum, dan infrastruktur jalan.

Pencairan tahap pertama dilaksanakan pada Desember 2021 sebesar Rp54.063.703.250. Pencairan tahap II pada Juni 2022 sebesar Rp97.314.695.850, dan tahap tiga dicairkan pada Juli 2022. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru