ENDE, FLORESPOS.net-Universitas Flores (Uniflor) di tahun 2025 berhasil meraih lima penghargaan dari Kementrian Pendidikan Tinggi dan LLDIKTI Wilayah XV kategori penelitian dan Abdimas.
Penghargaan tersebut diterima oleh Rektor Uniflor, Dr Willybrodus Lanamana saat rapat kordinasi pimpinan perguruan tinggi swasta bersama LLDIKTI Wilayah XV Kupang beberapa waktu lalu.
Rektor Uniflor yang didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik , Dr. Reyna Virginia Nona dan Kristono Y. Fowo S.P., M.P. dosen Prodi Agroteknologi di ruang kerjanya, Selasa (7/10/2025) siang mengatakan piagam penghargaan tersebut diberikan kepada perguruan tinggi yang dianggap berdampak dan kontribusi kepada masyarakat.
Rektor menyebutkan penghargaan tersebut antara lain penghargaan partisipasi Uniflor dalam program gerakan NTT tuntas stunting.
Penghargaan sebagai perguruan tinggi peringkat III pencapaian perolehan dana pengabdian kosa bangsa dengan total dana sebesar Rp 225 juta.
Penghargaan pencapaian perolehan dana pengabdian dengan skema BEM sebesar Rp 119. Kegiatan Abdimas yang akan diselenggarakan oleh BEM.
Penghargaan sebagai perguruan tinggi swasta peringkat III pencapaian perolehan dana hibah Abdimas sebesar Rp 1,3 miliar lebih
Penghargaan peringkat kedua pencapaian lektor kepala terbanyak tahun 2025 yakni sebanyak tiga lektor kepala.
Penghargaan tersebut memberikan pesan kepada Uniflor agar terus menggaungkan kampus berdampak dan terlibat dalam upaya menyelesaikan persoalan di masyarakat seperti isu stunting.
Rektor Uniflor mengatakan masalah stunting adalah salah satu isu yang menjadi perhatian dari Uniflor dalam kegiatan penelitian dan Abdimas.
Dari beberapa penghargaan yang diikuti melalui kegiatan penelitian dan Abdimas, kata Rektor, pihaknya menekankan kepada dosen dan mahasiswa untuk membantu mencari solusi melakukan penurunan stunting.
“Seperti pada kegiatan gerakan NTT tuntas stunting, kita berkolaborasi dengan pemerintah provinsi turunkan stunting di Manggarai Timur. Mengapa Manggarai Timur karena menurut data dari pemerintah kabupaten itu angka stunting masih tertinggi di NTT,”kata Rektor.
Wakil Rektor Bidang Akademik yang juga dosen Prodi Ekonomi Pembangunan mengatakan gerakan NTT tuntas stunting, Uniflor bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.
Uniflor mengirimkan 20 lebih mahasiswa dari beberapa program studi dan mengikuti program ini berkolaborasi dengan pemerintah dan instansi terkait lainnya. Selain itu Uniflor juga akan berkolaborasi dengan instansi lainnya dalam program Kosa Bangsa di Kabupaten Manggarai Timur.
Sedangkan kegiatan Abdimas BEM dilaksanakan di Desa Tendabonggi, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende. Kegiatan adalah kegiatan pertama bagi mahasiswa di Flores dengan dana dari LLDIKTI.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










