Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Flores Timur, Dimulai Pembangunan Proyek APBN Senilai Rp 10 Milyar - FloresPos Net

Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Flores Timur, Dimulai Pembangunan Proyek APBN Senilai Rp 10 Milyar

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 17:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Proyek nasional Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dimulai. Dimulainya pembangunan proyek APBN senilai Rp 10 miliar lebih, itu ditandai peletakan batu pertama, Sabtu (27/9/2025).

Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih berlokasi di pesisir pantai Desa Mudakaputu, Kecamatan Ile Mandiri dilakukan oleh Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran. Sebelum peletakan batu diawali seremonial adat oleh para tetua adat Desa Mudakaputu.

Bayu Nugraha, Chef Engineering PT Adikarya yang mengerjakan proyek nasional itu mengatakan proyek Kampung Nelayan Merah Putih yang dikerjakan perusahaan senilai Rp 10 miliar lebih.

Dengan anggaran tersebut, kata dia, pihaknya akan mengerjakan sejumlah bangunan fisik di antaranya, gudang beku, SPBN (Sub Pengisian Bahan Bakar Nelayan), kios kuliner, tempat perbekalan, Selter dan tambatan perahu serta beberapa lainnya.

“Kami mulai kerja dan rencananya selesai pada tanggal 31 Desember 2025,” kata Bayu.

Program Strategis Nasional

Sementara Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran mengatakan, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis nasional yang berupaya menggerakkan dan mengalihkan masyarakat untuk memanfaatkan segala potensi di pesisir.

Baca Juga :  Lengkapi Koleksi Buku SDK 082 Natawatu Bola, Disarpus Sikka Titipkan Buku Perpustakaan

“Kenapa ada kampung nelayan di sini? Ini kampung nelayan strategi kebijakan nasional untuk mengalihkan kita masyarakat terutama Mudakeputu untuk memanfaatkan potensi pesisir kita yang potensial,” katanya

“Transformasi. Kita dulu makan pisang sekarang kita makan nasi. Rubah pola konsumsi. Merubah mindset pola perilaku nelayan tradisional menjadi nelayan moderen,” kata Ignas Uran.

Ignas Uran mengharapkan, dengan ada Kampung Nelayan Merah Putih, masyarakat terutama di wilayah Desa Mudakaputu bisa meningkat kehidupan ekonominya.

“Ini dibangun infrastruktur cold stories atau pendingin. Ada cafe, SPBN. Ini kawasan perikanan moderen terpadu. Seluruh kebutuhan aktivitas nelayan itu tersedia di sini. Manfaatkan Kampung Nelayan Merah Putih. Manfaatkan Kampung Nelayan modern ini dengan baik untuk meningkat kehidupan ekonomi,” katanya.

Kepada Kepala Dinas Perikanan Flores Timur, Wakil Bupati Ignas Uran mengharapkan untuk memperhatikan kebutuhan lain di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

Dia juga mengharapkan Dinas Perikanan Flores Timur melihat lagi wilayah-wilayah pesisir yang potensial untuk didorong menjadi Kampung Nelayan Merah Putih.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan berita acara pernyataan penyerahan hak atas tanah dari pemilik tanah, Agustinus Nurat Kelen dan Petrus Nogoama Koten kepada Wakil Bupati Ignasius Boli Uran atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur.

Baca Juga :  Tangan-Tangan Kreatif di Festival Nusa Solor

Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Mudakaputu dibangun di atas lahan seluas 7.500 meter persegi. Proyek ini dikerjakan PT Adikarya dengan nilai kontrak Rp 10 miliar lebih. Waktu pengerjaan hingga 31 Desember 2025.

“Kepada rekanan dan pengawas proyek, profesionalisme mu kami tidak ragukan. Tapi, untuk pembangunan infrastruktur satu hal yang kita minta yaitu kualitas dan ketepatan waktu untuk bekerja. Semoga niat baik pemerintah pusat yang kita sikapi dengan memberikan dukungan dapat selesai tepat waktu dan berkualitas,” kata Wakil Bupati Ignas Uran.

Hadir saat itu, Anggota DPRD Flores Timur, Petrus Badin, Kepala Dinas Perikanan Muhammad Ikram, Kepala Dinas Tenaga Kerja Ramon Mandiri Piran, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Alfi Kaha, Camat Ile Mandiri, Xaverius Nobo Lian, Kepala Desa Mudakaputu, Yohanes Weking, tetua adat serta Vincent Ledor, Tenaga Ahli Anggota DPR RI Ahmad Yohan. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati
Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas
Berita ini 5,554 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:12 WITA

Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:24 WITA

Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:38 WITA

Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA

Nusa Bunga

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Rabu, 3 Jun 2026 - 16:02 WITA