Audensi Dengan Pendemo, UPT KPH Sikka Jelaskan Soal Perhutanan Sosial - FloresPos Net - Page 2

Audensi Dengan Pendemo, UPT KPH Sikka Jelaskan Soal Perhutanan Sosial

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 20:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kata dia, ada 4 kegiatan dan ini sudah dilakukan hingga tahun 2017 keluarnya SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 327 terkait penetapan kawasan hutan di Provinsi NTT.

Lanjutnya, SK ini hanya memperbaharui terkait kondisi kawasan hutan yang ada di Provinsi NTT karena di beberapa tempat terjadi perubahan kawasan hutan sehingga ada pembaharuan SK tersebut.

“Jadi bukan perluasan kawasan hutan terjadi di tahun 2017. Jadi ada proses yang harus dilakukan, bukan serta merta terbit aturan,” ucapnya.

Herry menjelaskan, Tahun 2.000-an ada demo dari masyarakat menuntut mundurnya tapal batas kawasan hutan dari tahun 1984 ke tahun 1932 namun kewenangan kehutanan ada di pemerintah pusat.

Baca Juga :  Pesan Bupati Andreas Saat Lantik Puluhan Pejabat Lingkup Pemda Ngada

Pemerintah daerah sebut dia, hanya memfasilitasi saja sesuai ketentuan sehingga pihaknya bersama Pemda Sikka, DPRD Sikka dan LSM bersama-sama melakukan kajian dan mengusulkan mundurnya tapal batas kawasan hutan.

“Namun Kementrian LHK tidak menyetujui karena hutan fungsinya untuk kepentingan banyak orang.Maka dikeluarkan skema perhutanan sosial,” terangnya.

Herry memaparkan, sejak tahun 2012 sudah diberikan ijin dan persetujuan sejak dan sampai sekarang sudah ada 31 ijin atau persetujuan perhutanan sosial di Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Semana Santa Larantuka Berakhir di Prosesi Aleluya, Umat dan Peziarah Rayakan Sukacita Paskah Kebangkitan

Ia menegaskan, perhutanan sosial sama sekali tidak membungkam masyarakat tapi menjadi salah satu solusi terkait persoalan yang disampaikan masyarakat dan di lokasi kawasan hutan tersebut masyarakat sudah menggarapnya.

“Pemerintah pun mengakui hal ini namun kita tidak bisa mencari jalan keluar sesuai keinginan kita karena kita harus mengacu pada aturan yangs udah ditetapkan pemerintah,” ucapnya.

Herry menyampaikan, perhutanan sosial adalah salah satu solusi terkait penyelesaian perluasan tanah dalam kawasan hutan.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 446 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA