Perkuat Ketahanan Pangan, DPD RI Siap Luncurkan Program Penanaman Jagung di NTT - FloresPos Net

Perkuat Ketahanan Pangan, DPD RI Siap Luncurkan Program Penanaman Jagung di NTT

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 12:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bersama Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong program penanaman jagung di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Anggota DPD RI Provinsi NTT, Angelius Wake Kako dalam Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan “Senator Peduli Ketahanan Pangan” di Kantor Gubernur NTT, Jumat (19/9/2025) menjelaskan, program ini akan diawali dengan pembukaan lahan seluas 500 hektar dan ditargetkan terus berkembang.

“Launching resmi dilaksanakan pada 27 September 2025 dan diresmikan Presiden RI melalui konferensi virtual (zoom),” kata AWK sapaannya.

Kata AWK, lahan di Desa Oenesu akan dipilih sebagai lokasi percontohan karena ketersediaan air yang mencukupi. Lahan sawah tidak digunakan dalam program ini karena secara bersamaan pemerintah sedang menggaungkan pengembangan padi. Untuk itu, penanaman jagung diarahkan pada lahan kering dan potensial.

“Untuk launching awal akan disiapkan lahan sekitar 1.000 meter sebagai pilot project, selanjutnya akan di proses pembukaan lahan jagung hingga 500 hektar. Kami berharap Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi dapat memberikan dukungan untuk tidak hanya pada saat launching tetapi juga proses selanjutnya,” jelas dia.

Baca Juga :  14 Anggota Organisasi Radikal Flores Ikrar Kembali Ke NKRI, Ada Pelaku Bom Paling Sadis

AWK menegaskan bahwa PT Bulog dan PT Pupuk Indonesia akan mensupport program ini melalui kepastian pasar dan ketersediaan pupuk bersubsidi.

“Permasalahan paling mendasar petani NTT saat ini adalah kepastian pasar dan harga jual jagung yang tidak sesuai dengan harapan petani. Kita sudah memastikan ke PT Bulog agar mengambil sesuai harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” katanya.

“PT Pupuk Indonesia juga sudah siap mendukung melalui ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani di NTT. Kita perlu pupuk untuk meningkatkan produktifitas jagung,” lanjutnya

Dari sisi teknis, Direktur Konservasi dan Pengembangan SDA Pertanian Kementan, Asmarhansyah menyampaikan pihaknya mendukung penuh program Senator Peduli Ketahanan Pangan yang di gagas oleh DPD RI.

Kementerian Pertanian akan menyiapkan Calon Petani Calon Lahan (CPCL), Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) dan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

“NTT memiliki banyak lahan berbukit. Karena itu, lokasi tanam sangat menentukan hasil. Selain itu, penyediaan benih dan saprodi akan diintegrasikan sehingga petani dapat segera memulai penanaman. Data lokasi juga akan diverifikasi kembali untuk menentukan titik pemasangan sumur bor,” jelas Asmarhansyah.

Baca Juga :  Mgr. Roni Pakaenoni Uskup ke-13 Alumni Seminari Tinggi Ritapiret, Ini Komentar Praeses Ritapiret

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kosmas Damianus Lana menyoroti perihal optimalisasi lahan dan produktivitas pertanian. NTT memiliki potensi lahan kering seluas 1.841.379 hektar, namun lahan yang produktif saat ini masih sangat terbatas.

“Dari total lahan jagung seluas 255.165 hektar, baru sekitar 49% yang telah dimanfaatkan secara optimal, dengan rata-rata produktivitas hanya 2,6 ton per hektar. Padahal, dengan teknologi dan dukungan infrastruktur yang baik, angka ini bisa ditingkatkan menjadi lebih dari 5 ton per hektar,” jelas Kosmas.

Pemerintah Provinsi NTT menyambut baik dukungan dari DPD RI dan Kementerian Pertanian untuk pengembangan komoditi strategis seperti jagung melalui Program Senator Peduli Ketahanan Pangan.

“Kami percaya bahwa dengan dukungan infrastruktur yang memadai, peremajaan perkebunan, serta pembangunan industri pengolahan hasil pertanian, maka NTT dapat melangkah lebih cepat menuju kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT
Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:34 WITA

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 06:55 WITA

Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA