REOK, FLORESPOS.net-Dua alumni Pesantren yakni Nur Syahzisa dari Pondok Pesantren Tompong Kabupaten Manggarai Timur, dan Jihan Fauziah dari Pondok Pesantren Reo sangat senang melanjutkan pendidikan di SMAS Santo Gregorius Reo dan berbaur dengan 378 siswa kelas X lembaga pendidikan itu pada tahun pelajaran 2025/2026.
Ditemui di sela-sela pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Hari kedua, Selasa (22/7/2025), Nur Syahzisa mengaku bangga menjalani MPLS di tengah 370-an lebih siswa yang beragama Katolik.
“Saya sangat senang melanjutkan pendidikan di SMAS Santo Gregorius Reo,” kata Nur Syahzisa.
Pengakuan serupa disampaikan Jihan Fauziah siswi alumna Pesantren Reo, Kelurahan Mata Air.
“Saya memilih melanjutkan pendidikan di lembaga ini atas kemauan sendiri. Saya sangat senang berbaur dengan para siswa yang sebagian besarnya beragama Katolik, katanya.
Selain Nur Syahzisa dan JIhan Fauziah, juga ada beberapa siswa beragama Islam dan yang mengenakan jilbab yang melanjutkan pendidikan di sekolah milik Yayasan Persekolahan Sekolah Umat Katolik Manggarai (Yasukma) Keuskupan Ruteng ini, di antaranya Narumi Prita Haley Naima alumna salah satu SMPI Assuryaniyah di Bekasi) dan Umi Yatun Azahra.
“Saya sangat senang melanjutkan pendidikan di SMAGER Reo,” kata Narumi Prita Haley Naima dan Umi Yatun Azahra.
Media ini mencatat, selain siswa yang beragama Islam, juga ada beberapa guru yang beragama Islam menjalankan tugas mengajar di lembaga ini di antaranya Indriyani Wiguna, S.Pd Gur (Guru Biologi), dan Usman Abdullah, S.Pd. Gr.
Terbuka Untuk Semua Orang
Kasek SMAS Santo Gregorius Reo, RD. Agustinus Sandy Cakputra, S.Fil, M.Th. yang ditemui di sela-sela pelaksanaan MPLS mengaku sangat gembira atas animo siswa lintas agama yang hendak melanjutkan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
“Sekolah ini terbuka untuk siswa dari agama mana saja. Saya sangat senang karena ada banyak lintas agama, termasuk yang beragama Islam memilih melanjutkan pendidikan di lembaga ini. Sekolah ini memang terbuka untuk semua sejak awal didirikannya tahun 1980,” kata Romo Sandy. *
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










