Kasus Rabies Meningkat Pemda Gencarkan Sosialisasi - FloresPos Net

Kasus Rabies Meningkat Pemda Gencarkan Sosialisasi 

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 21:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Tarsisius Sjukur saat sosialisasi bahaya Rabies di Kecamatan Borong.

Wabup Tarsisius Sjukur saat sosialisasi bahaya Rabies di Kecamatan Borong.

BORONG, FLORESPOS.net-Meningkatnya kasus Rabies di Manggarai Timur membuat pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kabupaten Manggarai Timur dinyatakan tertular rabies sejak bulan Mei tahun 2000. Pada tahun itu tercatat 326 kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) dan 2 orang meninggal dunia.

Proses penularan virus rabies terjadi sangat cepat, mengingat pola pemeliharaan anjing oleh masyarakat dilakukan secara tradisional dengan melepas-liarkan anjing.

Daya jelajah anjing yang dapat mencapai belasan kilometer terutama saat musim kawin menyebabkan pada akhir tahun 2000 hampir seluruh wilayah Manggarai Timur telah tertular rabies.

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur Kamis (18/9/2025) mengatakan, sosialisasi sebagai upaya Pemda untuk menekan kasus rabies, dengan melibatkan semua pihak termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama.

Baca Juga :  Mendesak, Perumda Bidadari Manggarai Barat Dievaluasi

Sangat jelas  dalam Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Timur Nomor 06 Tahun 2010 tentang Penertiban Hewan Penular Rabies (HPR), maka jumlah HPR yang boleh dimiliki masyarakat yaitu 2 ekor per kepala keluarga dan wajib diikat dan dikandangkan. Selanjutnya setiap HPR wajib mendapatkan vaksin rabies setiap tahun.

“Kabupaten Manggarai Timur sudah memiliki Perda Penertiban HPR sejak tahun 2010. Ada dua hal utama yang penting kita lihat dari Perda tersebut dalam upaya pengendalian penyakit rabies yaitu control populasi dan vaksinasi massal. Perlu diketahui bahwa saat ini ketersediaan vaksin di Dinas Peternakan sangat terbatas, karenanya program penertiban dan pembatasan pergerakan HPR ini menjadi langkah strategis untuk memutus rantai penularan,” katanya.

Baca Juga :  Ini Kuota dan Jalur PPBD di SMAN 1 Ende, Buka Pendaftaran Hanya Tiga Hari

Dia Pada mengajak seluruh stakeholders untuk berkomitmen penuh dalam kegiatan penertiban Hewan Penular Rabies (HPR). Pemerintah kecamatan, Desa/Keluarahan, Dinas Peternakan, dan masyarakat harus bersinergi.

“Pencegahan rabies tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kesadaran kita semua untuk memvaksinasi hewan peliharaan, melaporkan hewan mencurigakan, dan menghindari kontak dengan HPR liar. Dengan demikian, kita dapat mencegah dan memutus rantai penularan rabies. Tertibkan HPR di lingkungan kita dan wujudkan Manggarai Timur bebas rabies”. *

Penulis : Albert Harianto

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo
Ngada Masuk Masa Transisi Pemulihan, Pemda Gelar Uji Publik Hasil Pendataan dan Verifikasi Kondisi Rumah Terdampak Gempa Flores
Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua
Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa
Jokowi Besok Berkunjung ke Palue
Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:59 WITA

Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo

Rabu, 16 September 2026 - 18:42 WITA

Ngada Masuk Masa Transisi Pemulihan, Pemda Gelar Uji Publik Hasil Pendataan dan Verifikasi Kondisi Rumah Terdampak Gempa Flores

Selasa, 15 September 2026 - 20:54 WITA

Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua

Selasa, 15 September 2026 - 19:47 WITA

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:47 WITA