MBAY, FLORESPOS.net-PDI Perjuangan menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT dengan mengerahkan satu orang dokter dan delapan tenaga medis dari Jakarta untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis pada Senin (15/9/2025). Selain itu, bantuan kemanusiaan juga disalurkan berupa paket sembako, pakaian anak-anak, pakaian orang dewasa, serta lima unit septic tank.
Ketua DPC PDI Perjuangan Nagekeo, Marselinus F. Adjo Bupu, kepada Florespos.net, saat di temui di Kampung Sawu, Senin (15/9)2025) menjelaskan, kehadiran PDIP di posko bencana Paroki Wolosambi bertujuan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran.
“Kami datang ke posko bencana di Paroki Wolosambi ini agar bisa mendapatkan data valid para korban, sehingga distribusi bantuan dapat benar-benar sesuai kebutuhan,” kata Selly Ajo.
Pada penyerahan bantuan ini, Sely Ajo Bupu didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Nagekeo, Petrus Dua, Anggota DPRD Provinsi NTT, Patris Laly Wolo dan sejumlah pengurus partai lainnya.
Dia mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan yang disalurkan oleh PDI Perjuangan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir bandang.
“Dengan adanya bantuan ini, warga dapat memperoleh dukungan yang mereka butuhkan untuk memulihkan diri dan melanjutkan kehidupan normal, ” katanya.
Dukungan dari Anggota DPRD Provinsi NTT
Sementara Anggota DPRD Provinsi NTT Politisi PDI-P, Patris Lali Wolo, menyampaikan rasa duka mendalam atas korban yang telah dievakuasi maupun yang masih dalam proses pencarian. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting dalam menghadapi bencana alam seperti ini.
Terpisah Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Muga Sada menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan berbagai organisasi kemanusiaan akan terus melakukan upaya pemulihan dan bantuan kepada warga yang terdampak banjir bandang.
“Dengan adanya bantuan dari PDI Perjuangan dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan warga dapat kembali melakukan aktivitas normal dan kehidupan masyarakat dapat pulih seperti semula, ” katanya. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Anton Harus










