MBAY, FLORESPOS.net-Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, Maria Margareta Papu meninggal dunia, Kamis (6/12/2023) sekitar pukul 15.00 Wita, di RSUD Aeramo setelah tidak sadarkan diri sejak Senin (4/12/2023).
Keluarga masih mempertanyakan sebab kematian almarhumah dan meminta polisi untuk mengusutnya sampai tuntas.
Keluarga Nilai Ada Kejanggalan
Simon Sue, kakak sepupu almarhumah meminta Kepolisian Nagekeo mengusut tuntas penyebab kematian saudarinya. Menurut Simon, ada dugaan kejanggalan dari kematian almarhum.
Maria Margareta Papu (36) merupakan warga Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Menurut kami, ada kejanggalan atas kematian saudari kami. Karena sampai saat ini tempat kejadian jatuhnya saudari kami masih simpang siur. Selain tempat kejadian, pakaian almarhumah juga belum ditemukan. Sementara pakaian yang dikenakan almarhumah di RS Aeramo hingga dinyatakan meninggal dunia bukan pakaian miliknya. Selain itu, kami juga mempertanyakan kenapa saudari kami setelah jatuh dibawa ke rumah terduga pelaku. Kenapa dia bawa ke rumahnya. Selain itu, korban setelah jatuh, siapa yang muat bawa ke Lengkosambi-Riung. Dan kenapa saat kejadian tidak langsung dibawa ke RSUD Aeramo tetapi harus dibawa ke Lengkosambi,” katanya.
Dugaan Ancaman Melalui Pesan Singkat
Simon menambahkan, ketika dicek di handphone milik korban, sebelum kejadian ada pesan singkat yang masuk dengan kata-kata berupa ancaman.
Data yang diterima Florespos.net menyebutkan, Maria Margareta Papu (Mei) warga Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, seorang ASN pada Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo.
Meri meninggal dunia, Kamis (6/12/2023) setelah dirawat di RSUD Aeramo sejak Senin (4/12/2023) siang. Saat di bawa ke RSUD Aeramo, korban dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Dugaan sementara, almarhum meninggal akibat terjatuh dari sepeda motor pada Senin (4/12/2023) bersama teman atau pacarnya, Fanadiktus Rafael Rena (33), warga asal Watulajar, RT/RW.002, Desa Lengkosambi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.
Kini, sang pacar sudah diamankan pihak Kepolisian Resor Nagekeo. Namun pihak keluarga almarhum Mei, biasa ia disapa, sebab kematian putri sulung dari Opa Polus Papu itu masih teka teki.
Pasalnya, almarhum Mei meninggal hanya terdapat luka di kepala bagian belakang dan sudah di jahit. Sementara di tubuh lainnya tidak terdapat luka lecet apapun.
“Saya sebagai orang tua tidak yakin anak saya jatuh motor,” kata Opa Polus Papu saat di temui Florespos.net di kediamannya, Jumat (7/12/2023).
Opa Polus menceritakan, putri sulungnya meminta izin kepadanya pada Minggu (3/12/2023) sore.
“Pada minggu sore ia minta izin ke saya pergi teman kantornya di Danga,” ujarnya.
Opa Polus melanjutkan, sampai malam putri sulungnya tak kunjung datang. Ia mencoba menelepon lewat nomor handphone, namun nomornya di luar jangkauan atau tidak aktif. Karena sudah larut malam Opa Polus ketiduran.
Keesokan harinya, Senin (5/12/2023) sekitar pada pukul 13.00 Wita, ia mendapat kabar bahwa putri sulungnya dirujuk dari Puskesmas Watu Lajar Riung ke RSUD Aeramo dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“Saat mendapatkan kabar itu saya sempat sok dan marah. Saya bersama keluarga langsung menuju RSUD Aeramo. Sampai di sana anak saya sudah di ruang ICU dan tidak sadarkan diri lagi,” ujarnya.
Lanjut opa Polus, saat itu anaknya masih bersama temannya. Ia sempat bertanya kepada temannya kenapa anaknya seperti ini, dan jatuh di mana? Temannya menjawab bahwa almarhum jatuh dari atas motor pada Senin (4/12/2023) sekitar pukul 05.00 Wita pagi di sekitar bengkel Simon Sue yang merupakan kakak sepupu dari almarhumah dan juga tak jauh dari kediaman orang tua almarhumah.
Kepada Opa Polus, temannya mengatakan, putrinya pada Senin malam tidur di rumahnya di Watulajar-Riung.
Dari situ Opa Polus terus bertanya bahwa setelah kejadian itu kenapa tidak ke rumah? Temannya menjawab bahwa dirinya takut, dan kembali ke Watulajar di kediamannya.
Lanjut opa Polus langsung mengambil handphone milik almarhumah dari tangan teman. Ketika di cek isi pesan dalam handhhone ada percakapan antara temannya itu bersama almarhumah. Dalam percakapan itu ada dugaan dalam bentuk ancaman.
Kapolres Nagekeo AKBP Yuda Pernata melalui Kasat Lantas Polres Nagekeo, Iptu Melky Nenobais mengatakan, teman korban sudah diamankan.
Selain itu, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Xeon tanpa TNKB warna merah.
Menurut polisi, tempat kejadian perkara di Jalan Jurusan Mbay-Riung tepatnya di depan kebun milik Bapak Edi, Kampung Wewoloe, Kelurah Towak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Temannya diduga lalai dan kurang hati-hati ketika mengendarai sepeda motor sehingga orang yang diboncengnya jatuh dari atas sepeda motor lalu tergeletak di badan jalan sebelah kiri dari arah Lengkosambi. *
Penulis: Arkadius Togo/Editor: Anton Harus










