ENDE, FLORESPOS.net-Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan di era Merdeka Belajar, PKM Nusantara sukses menyelenggarakan Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam di MIS Ar-Rahman IPI Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan itu dilaksanakan Rabu (3/9/2025)
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lima universitas ternama di Indonesia, yakni Universitas Hamzanwadi, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Negeri Semarang, UIN Raden Mas Said Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Kupang.
Workshop ini menghadirkan enam narasumber pakar pendidikan nasional, yaitu:
Dr. Iwan Usma Wardani, S.Pd., M.Pd. (Universitas Hamzanwadi)-Transformasi Asesmen Bermakna melalui Pendekatan Deep Learning
Dr. Alfi Laila, S.Pd.I., M.Pd. (Universitas Nusantara PGRI Kediri)–Joyful Learning dalam Mewujudkan Pembelajaran Menyenangkan
Dr. Sri Sukasih, M.Pd. (Universitas Negeri Semarang)–Prinsip dan Strategi Pembelajaran Mendalam
Dr. Hj. Suprapti, S.Pd., M.Pd. (UIN Raden Mas Said Surakarta)-Model Pembelajaran Kooperatif untuk Peningkatan Kolaborasi Siswa
Uslan, M.Si., Ph.D. (Universitas Muhammadiyah Kupang)-Integrasi Coding dalam Pembelajaran Matematika
Sunimbar, M.Pd. (Universitas Muhammadiyah Kupang)-Meaningful Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa
Acara dibuka oleh Kepala MIS Ar-Rahman Ipi Kabupaten Ende dan dihadiri oleh pengawas dari Kementerian Agama Kabupaten Ende, para guru, serta tenaga pendidik dari berbagai sekolah di wilayah sekitar.
Dalam sambutannya, Kepala MIS Ar-Rahman, Dra. Ummu Kalsum Haji Dahlan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami berharap kegiatan workshop ini dapat memberikan bekal bagi guru-guru untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam dan asesmen bermakna, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Dr. Sri Sukasih, salah satu pemateri, menegaskan pentingnya memahami filosofi dan prinsip pembelajaran mendalam.
“Pembelajaran mendalam bukan hanya soal memahami materi, tetapi juga membentuk keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif pada siswa,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Iwan Usma Wardani menekankan transformasi paradigma asesmen.
“Kita perlu bergeser dari asesmen berbasis angka menuju asesmen bermakna yang menekankan proses, bukan sekadar hasil. Dengan pendekatan deep learning, guru dapat membantu siswa membangun pengetahuan yang lebih holistik,” ungkapnya.
Selain materi konsep, workshop juga memberikan praktik implementasi, termasuk strategi Joyful Learning, penerapan coding dalam pembelajaran matematika, dan meaningful learning yang langsung dapat diterapkan oleh guru di kelas.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta. Banyak guru menyatakan bahwa workshop PKM Nusantara memberikan wawasan baru sekaligus praktik nyata yang bisa diadaptasi dalam pembelajaran sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan guru-guru di Kabupaten Ende semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad 21 dan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










