“Rabies bertautan dengan pariwisata. Satu orang turis/ wisatawan digigit anjing atau tercakar kucing/kera terduga rabies, dunia heboh. Itu ancaman berbahaya buat dunia pariwisata Mabar. Jangan biarkan itu terjadi,” sambung Hasanudin yang disapa Hasan.
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Mabar menyebutkan, total kasus gigitan HPR di kabupaten ujung barat Flores itu periode Januari-Juli 2025 yakni 924.
Kasus gigitan itu tersebar di semua kecamatan di Mabar, yaitu Komodo 338 kasus, Boleng 15 kasus, Mbeliling 42 kasus, Sano Nggoang 10 kasus, Lembor 90 kasus, Lembor Selatan 57 kasus, Welak 39 kasus, Kuwus 63 kasus, Kuwus Barat 49 kasus, Ndoso 131 kasus, Pacar 54 kasus, dan Masang Pacar 36 kasus.
Sedangkan stok vaksin rabies yang masih tersedia di Dinas PKH Mabar yakni 7.080. Dari 900- an kasus gigitan HPR itu belum ada yang meninggal.
Florespos.net peroleh data-data di atas dari Kepala Dinas PKH Mabar, Abidin, via WA belum lama ini di Labuan Bajo. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










