BAJAWA, FLORESPOS.net-Pejabat Sekda Ngada Johanes C. Watu Ngebu mewakili Bupati Ngada, Rabu (20/8/2025), bertempat di.Kantor Camat Golewa Selatan membuka kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung Pekerjaan Dirlling PLTP Mataloko 2×10 MW.
Sosialisasi diberikan oleh Guruh Nurcahyono dari National Environmental, Social, Health and Safety Expert. Peserta kegiatan, yakni para kepala desa dan BPD se Kecamatan Golewa Selatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan Pastor Paroki Ladja, RD. Tarsi Bewa.
Tony Widiatmoro, Manager Eksplorasi dan Perizinan PLTP PT PLN dalam penjelasan mengatakan sosialisasi itu merupakan lanjutan yang sudah dilakukan sejak tahun 2018 untuk pembangunan PLTP Mataloko 2 x 10 MW.
Sosialisasi yang dilakukan tersebut menyasar kepada daerah hilir di Desa Sadha, Kecamatan Golewa Selatan. Target atau tujuan utamanya, untuk menyampaikan informasi yang utuh dan komprehensif mengenai rencana pengambilan air dari sungai tersebut.
Dampak dari sosialisasi tersebut, disampaikannya agar masyarakat tercerahkan dari informasi yang simpang siur. Apabila dibutuhkan lagi sosialisasi yang lebih intensif dan dalam skala kecil pihak PLN sangat bersedia.
Dia juga menjelaskan, sesuai analisa pihaknya di mana air mengalir 24 jam secara terus-menerus untuk penggunaan air 40 liter per detik hanya mencerminkan kekurangan 5% dari debit rata-rata.
Sementara 40 liter per detik yang diambil juga tidak dilakukan tiap hari namun hanya dipakai untuk kepentingan pemboran dan berlangsung selama satu setengah tahun. Dua pipa untuk pengambilan air dan salah satu pipanya untuk cadangan.
Harapan Bupati Ngada
Sementara Penjabat Sekda Ngada, Johanes C. Watu Ngebu menyampaikan pesan Bupati Ngada Raymundus Bena terkait pemanfaatan air sungai Tiwu Bala untuk pekerjaan Dirlling PLTP Mataloko.
Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala, harap Bupati Ngada, tidak mengganggu penggunaan air untuk kebutuhan masyarakat. Harus dihitung secara baik tentang debit air juga waktu penggunaan.
Bupati Ngada juga berharap tidak ada bendungan permanen yang bisa mengganggu penggunaan air kepada masyarakat terutama air irigasi.
Kepada PLTP Pusat, Bupati Ngada berharap untuk memastikan tidak berdampak pada resiko pencemaran lingkungan. Sosialisasi menjadi ruang yang pada waktunya mendapat gambaran yang utuh dan tidak membuat masyarakat tercabik-cabik.
Bupati Ngada juga menegaskan, bila ada hal yang belum dipahami diminta untuk secara baik dibicarakan dan dicari jalan keluarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 1625/Ngada, Mayor Inf Supriyanto, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Ngada, Jojon Desduan Lumban Gaol, Camat Golewa Selatan, Moses Janga, dan Ketua Teknis Panas Bumi WKP FTP-2 PLTP Mataloko (2×10 ) MW, Adrys A.S. Silaban. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando









