MAUMERE, FLORESPOS.net-Untuk mewujudkan swasembada pangan dan mendukung program pangan bergizi maka pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sikka difokuskan pada peningkatan produksi pertanian dan peternakan.
Hal ini dilakukan melalui pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peningkatan prasarana dan sarana pertanian, berupa optimasi lahan sawah non rawa.
“Juga disalurkan bantuan alat mesin pertanian guna peningkatan luas tambah tanam padi, jagung dan pengembangan peternakan,” sebut Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago dalam pidato memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80, Sabtu (16/8/2025).
Juventus mengatakan, pencapaian produksi tanaman pangan tahun 2024 sebesar 98.223,63 ton, produksi tanaman hortikultura berjumlah 199.810,81 ton dan produksi tanaman perkebunan mencapai 27.994,35 ton.
Sedangkan dari sub sektor peternakan, pada tahun 2024 populasi ternak besar sebanyak 29.816 ekor, ternak kecil sebanyak 163.216 ekor dan ternak unggas sebanyak 389.238 ekor.
“Sejumlah intervensi program dan kegiatan yang bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN dialokasikan untuk pembangunan pertanian dan peternakan di Kabupaten Sikka,” ucapnya.
Juventus menyebutkan, pada musim tanam Oktober 2024 hingga Maret 2025 Kabupaten Sikka melalui APBN mendapatkan bantuan benih padi inbrida sawah varietas Ciherang seluas 500 hektar.
Juga bantuan benih padi kegiatan perluasan areal tanam (PAT) seluas 460 hektar, bantuan mandiri benih padi seluas 15 hektar dan bantuan benih jagung hibrida seluas 1.200 hektar.
“Selain bantuan benih, Kabupaten Sikka juga mendapat dukungan alat dan mesin pertanian meliputi traktor roda 4, traktor roda 2, pompa air, rice transplanter (alat tanam padi), dan handsprayer (alat semprot manual untuk pestisida,pupuk cair atau air),” paparnya.
Juventus menambahkan, melalui APBD Provinsi NTT, Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan benih jagung komposit seluas 100 hektar, bantuan benih kacang hijau seluas 70 hektar dan bantuan benih hortikultura seluas 5 hektar.
Sedangkan APBD Kabupaten dialokasikan kegiatan pengembangan hortikultura seluas 5 hektar untuk pengendalian inflasi daerah dan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
“Pada sub sektor perkebunan, melalui APBD Kabupaten Sikka mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) untuk pengembangan tembakau seluas 30 hektar,” terangnya.
Juventus menerangkan, pada sub sektor peternakan dan kesehatan hewan, telah dilakukan terobosan produksi semen babi dan pelayanan lnseminasi Buatan (IB) babi dan pelayanan IB sapi dimana sejumlah permintaan masyarakat telah dilayani.
Selain itu, kata dia, saat ini Kabupaten Sikka telah memiliki Laboratorium Veteriner yang melayani pengujian Endoparasit, Ektoparasit, pengujian untuk deteksi Rabies, African Swine Fever (ASF), Anthrax, Surra, Bruchelosis dan pengujian kebuntingan.
“Juga dapat menjadi tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa SMK Jurusan Kesehatan Hewan. Selain itu terdapat klinik hewan yang melakukan pelayanan pemeriksaan hewan dan konsultasi, tindakan medis dan bedah hewan, pelayanan reproduksi dan perawatan penunjang,” ungkapnya.
Juventus mengakui, dalam tahun 2025 ini, sejumlah intervensi program dan kegiatan untuk Kabupaten Sikka yakni bantuan benih padi inbrida sawah seluas 1.534 hektar.
Juga ada bantuan benih padi gogo sistem tumpang sisip dengan tanaman perkebunan seluas 1.624 hektar dan bantuan benih jagung hibrida seluas 5.062 hektar.
“Pemerintah juga membantu Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) pada 15 kelompok tani, pengembangan pala seluas 500 hektar dan pengembangan jambu mente seluas 500 hektar,” sebutnya.
Juventus menambahkan, Dinas Pertanian Sikka juga melakukan peremajaan kakao seluas 50 hektar serta optimasi sawah non rawa seluas 873 hektar.
Ada juga bantuan alat dan mesin pra panen pertanian antara lain traktor roda 4, traktor roda 2, pompa air, rice transplanter atau alat tanam padi dan handsprayer.
“Melalui intervensi program dan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian dan peternakan di Kabupaten Sikka sehingga akan meningkatkan kesejahteraan petani di Nian Tana Sikka ini,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










