Kalunga Jadi Simbol Tumbuh dan Berkembangnya Film di NTT - FloresPos Net

Kalunga Jadi Simbol Tumbuh dan Berkembangnya Film di NTT

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 11:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Malam puncak Flobamora Film Festival (F3) 2025 mengangkat tema Kalunga sebagai simbol tumbuh dan berkembangnya film di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi penutup rangkaian perayaan sinema dan budaya yang telah berlangsung selama lima hari di Kota Kupang.

Flobamora Film Festival (F3) tahun 2025 berlangsung sejak hari Selasa tanggal 5 Agustus 2025 hingga ditutup hari Sabtu tanggal 9 Agustus 2025.

Bertempat di Kampoeng Seni Flobamorata, acara penutupan berlangsung meriah dan penuh kehangatan, dipandu oleh duo pembawa acara Rey Serani dan Elis Tunya.

Semenjak sore,pengunjung sudah memenuhi area festival seraya menikmati ragam booth interaktif dan kuliner seperti Children See Children Do, Bondi Cafe, Sanken (Sanny dan Ken), Naukarakoe, Terserah Koe, Bakso Pohon Sukun Pak Herman, hingga PT Wahanaartha Ritelindo.

Tak ketinggalan, Studio.Foto Naikliu Pride menjadi salah satu titik favorit pengunjung untuk mengabadikan momen terakhir penutupan Flobamora Film Festival.

Penampilan energik dari Sanggar Tari Exotic Flobamora binaan UPTD Taman Budaya Gerson Poyk, yang menghadirkan nuansa khas NTT di panggung menutup acara yang berlangsung meriah tersebut.

Irwan Sebleku perwakilan Komite Komunitas Film Kupang dalam sambutannya melaporkan perkembangan F3 dari tahun ke tahun.

Irwan menyoroti peningkatan jumlah film, hadirnya wilayah-wilayah baru dalam peta produksi, hingga tantangan di film pelajar.

“F3 dari tahun ke tahun terus berbenah dimana banyak kerja dan pengembangan. Tahun ini kami bisa mengkurasi 6 film fiksi dan 2 film dokumenter,” ungkapnya Sabtu (9/8/2025).

Irwan menjelaskan, tantangan ada di film pelajar yang turun dari 8 tahun lalu menjadi 2 tahun 2025 saat ini namun pihaknya tetap mengapresiasi setiap karya.

Dia menambahkan, pihaknya bangga film mulai tumbuh di titik-titik baru seperti Timor Tengah Utara (TTU) dan Ngada, selain daerah-daerah yang konsisten seperti Lembata, Maumere, Larantuka, Kota Kupang, dan Sumba.

Baca Juga :  Puskesmas Manupaten Gelar FGD Bahas Standar Pelayanan

“Melalui Bakumpul Komunitas, kami melatih 9 lembaga agar bisa
membangun bioskop alternatif dan terima kasih atas semua dukungan, kami siap tanam kaki membangun ekosistem film di NTT,” ujarnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementrian Kebudayaan, Judi Wahjudin pertama kali hadir di forum seperti F3 mengaku sangat senang dan memberikan apresiasi.

“Senang bisa hadir di sini, karena penguatan ekosistem film itu harus diperkuat dari bawah, sementara dari atas tugas kami adalah memfasilitasi. Saya gembira melihat kegiatan ini dilakukan secara gotong royong, karena roh kebudayaan memang gotong royong. Semoga F3 bisa menjadi ikon budaya Kupang dan sekitarnya,” tuturnya.

Judi juga menyoroti perkembangan perfilman NTT yang kian signifikan, termasuk pencapaian film Woman From Rote Island yang menembus kancah internasional.

“NTT punya potensi besar dalam perfilman dan berpeluang menjadi lokus penting dalam perfilman nasional maupun internasional. Namun potensi saja tidak cukup dibutuhkan instrumen kebudayaan yang mendukung” ucapnya.

Judi menambahkan, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperkuat ekosistem ini melalui penguatan komunitas, festival, produksi, apresiasi, dan pembinaan.

Lanjutnya, tahun 2025 Kementerian Kebudayaan mendukung F3 lewat program Manajemen Talenta Nasional bidang seni budaya, agar generasi muda perfilman Indonesia memiliki peta jalan yang berkelanjutan dari bibit hingga.unggul.

“Harapannya, kolaborasi ini memberi ruang lebih besar bagi anak muda NTT untuk mengasah potensinya, sehingga semakin banyak karya dari dan tentang Indonesia Timur dikenal luas,” sebutnya.

Malam penutupan juga menjadi momen pengumuman pemenang kompetisi film.

Baca Juga :  "Menggila" Efek Event Picnic Over The Hill Parapuar Mabar

Dewan juri untuk Kompetisi Film Pelajar terdiri dari Emilius U.K Patar, Martha Hebi, dan Frans Patu Herlin. Sementara juri untuk Kompetisi Film NTT adalah Gayatri Nadya, Dion BD Putra, dan Yosep Anggi Noen.

Dalam ajang kompetisi film Flobamora Film Festival 2025, tiga karya terbaik dari berbagai kategori berhasil meraih juara, menegaskan kekuatan cerita dan kreativitas sineas NTT.

Kompetisi Film Pelajar NTT, Judul Film Orientasi, Sutradara Yohanes Juan Bimo Elu, Produksi: Kefaska Film Community–SMKS Katolik Kefamenanu

Kompetisi Film NTT. Dokumenter, Judul Film: SIE Sutradara Yosef Levi, Produksi Loka Pola-Maumere Kompetisi Film NTT. Kategori Fiksi, Judul Film: Kapala Batu, Sutradara Andra Abdillah Ziqri Rusyadi, Produksi Stecu Production – Kupang.

Direktur Flobamora Film Festival 2025, Yedida A. Letedara, menutup acara dengan penuh rasa syukur dan menyebutkan F3 bukan sekadar ajang menonton film, tetapi juga pertemuan gagasan, energi kreatif, dan semangat untuk terus mengembangkan
perfilman NTT.

“Sampai bertemu di F3 tahun depan dengan karya-karya yang lebih berani dan inspiratif dan terima kasih untuk semua yang bekerja sama bersama kami di festival tahun ini,” ucapnya.

Pada kesempatan sama, Yohanes Juan Bimo Elu pemenang Kompetisi Film Pelajar menyampaikan rasa syukur dan apresiasi.

“Terima kasih untuk dewan juri yang sudah mengapresiasi karya kami. Terima kasih juga untuk tim dan kru Orientasi yang selama ini berjuang, serta para guru yang telah mengizinkan kami memproduksi film ini,” ucapnya.

Dengan berakhirnya malam penutupan ini, F3 2025 resmi ditutup, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pengunjung dan menjadi pijakan untuk perhelatan berikutnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ombudsman NTT Kawal SNBT 2026 di Undana, Pastikan UTBK Berjalan Adil dan Optimal
Spendu Bajawa Raih Dua Piala Bergilir Voly Putri Jadi Piala Tetap,Veren: Dipersembahkan untuk Kepala Sekolah
Gugus I Bajawa Gelar Porseni dan Sains
Ombudsman Tegaskan Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik
Berikan Perlindungan bagi Masyarakat Adat, Pemda Ngada Sosialisasikan Pendaftaran Tanah Ulayat
Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Ketua TP Posyandu Sikka Sosialisasikan 6 SPM Bagi Kader di Magepanda
Bupati Sikka Dukung Sekolah Rakyat, Siapkan Lahan 5,29 Hektar di Waigete
Tenaga Ahli Mensos Dukung Program Pendidikan Bupati Sikka, Siapkan Sekolah Rakyat untuk 1.000 Anak
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:27 WITA

Ombudsman NTT Kawal SNBT 2026 di Undana, Pastikan UTBK Berjalan Adil dan Optimal

Kamis, 30 April 2026 - 11:40 WITA

Spendu Bajawa Raih Dua Piala Bergilir Voly Putri Jadi Piala Tetap,Veren: Dipersembahkan untuk Kepala Sekolah

Kamis, 30 April 2026 - 11:30 WITA

Gugus I Bajawa Gelar Porseni dan Sains

Kamis, 30 April 2026 - 11:16 WITA

Ombudsman Tegaskan Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

Kamis, 30 April 2026 - 07:07 WITA

Berikan Perlindungan bagi Masyarakat Adat, Pemda Ngada Sosialisasikan Pendaftaran Tanah Ulayat

Berita Terbaru

Camat Bajawa Stephanus FH Dore, melakukan tendangan perdana Futsal SDK Regina Pacis Bajawa Vs SDI Waturutu, di lapangan Futsal SDI Waturutu,Selasa (28/4/2026).

Nusa Bunga

Gugus I Bajawa Gelar Porseni dan Sains

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:30 WITA