LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kendaraan bermotor plat luar disinyalir banyak beroperasi di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Demikian Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mabar, Adrianus Gunawan, menanggapi Florespos.net, di Labuan Bajo belum lama ini.
Diwartakan media ini sebelumnya, tiada kontribusi pajak, mobil plat luar disinyalir rusaki jalan di Manggarai Barat.
Menurut Kadis Gunawan, terkait kendaraan plat luar, kewajiban Dishub Mabar berkoordinasi dengan instansi lain, karena itu berhubungan dengan mobilitas orang.
Khusus pajak kendaraan, itu berhubungan dengan instansi teknis tingkat Provinsi NTT, karena itu kewenangannya, bukan domain Dishub Mabar. Tetapi jika pemilik kendaraan membayar pajak, Mabar juga mendapat opsen (pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu).
“Dulu istilahnya bagi hasil, sekarang dapat opsen sekitar 30%. Di Mabar ada instansi lain yang tangani itu” ucap Kadis Gunawan.
Masih Kadis Gunawan, ditengarai pembayaran pajak kendaraan plat luar yang beroperasi di Mabar bisa saja pemilik kendaraan membayar pajak di tempat asal pemilik kendaraan bersangkutan. Datang ke Mabar bisa saja untuk kerja proyek dari pemilik kendaraan atau disewakan kepada orang Mabar.
Bisa juga kendaraan tersebut sudah dibeli orang Mabar tetapi belum pengalihan, sehingga pajaknya masih tetap bayar di tempat asal kendaraan, misalnya asal Surabaya dan lain-lain. Namun kalau sudah pengalihan, pajaknya bayar di Mabar.
Kemudian ada juga kendaraan plat luar yang lalu-lalang di Mabar untuk keperluan satu dua hari atau dua tiga bulan dengan berbagai keperluan, termasuk lancong, mengingat Mabar daerah pariwisata elit, Labuan Bajo kota super premium. Bisa saja mereka itu asal Jakarta, Surabaya, Denpasar-Bali, Mataram, Bima, Makasar dan lain-lain.
“Dari pada mereka pusing cari mobil untuk beraktivitas di Mabar, lebih baik bawah kendaraan sendiri. Biar aman,” komentar Kadis Gunawan.
Kendaraan plat luar yang lalu-lalang di Mabar juga banyak yang hanya melintas, karena ada jalan di Mabar yang berstatus jalan negara/trans nasional Flores. Entah kendaraan-kendaraan itu tujuan Ruteng, Bajawa, Ende dan lain-lain di Flores.
Efek mobilitas kendaraan banyak di Mabar, baik plat luar maupun plat dalam daerah (EB), hampir pasti ada. Antara lain berpengaruh pada stok BBM dan kerusakan jalan setempat, namun ada kaitan dengan mutu pekerjaan jalan-jalan tersebut.
“Mungkin saja ada efeknya dengan (ketersedian) BBM dan (kerusakan) jalan. Ini dugaan saja,” kata Kadis Gunawan. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










