ENDE, FLORESPOS.net-Publik sepak bola Kabupaten Ende baik pegiat, pelaku, pengamat dan pencinta sepak bola geram dengan keputusan Asprov PSSI NTT yang memindahkan liga 4 ETMC ke Kota Kupang.
Publik sepak bola Ende dibuat geram karena sebelumnya Asprov PSSI NTT telah menunjuk Kabupaten Ende jadi tuan rumah melalui kongres pada beberapa bulan lalu. Asprov PSSI NTT kemudian membatalkan keputusan kongres dengan keputusan baru melalui rapat pengurus.
Keputusan Asprov PSSI NTT disoroti oleh, Mikael Badeoda, Manejer Perse Ende untuk liga 4 ETMC tahun 2025 yang sudah ditunjuk Askab PSSI Ende.
Mikael Badeoda adalah Manajer Perse Ende di ETMC Kupang kemarin. Ia kembali ditunjuk menjadi Manajer Perse karena membawa tim kebanggaan masyarakat bumi tri warna ke semi final ETMC, menjawab target Askab PSSI Ende.
Kepada Florespos.net, Jumat (25/7/2025) malam via telepon, Mikael Badeoda mengatakan sebagai Manajer Perse ia sangat kecewa dengan keputusan Asprov PSSI NTT.
Kata Mikael Badeoda, keputusan ini sangat menghina pemerintah dan publik sepak bola Ende. Ia juga mengatakan Asprov PSSI NTT sudah mencederai keputusan kongres pada beberapa bulan lalu sebelum penyelenggaraan ETMC di Kupang.
“Ini penghinaan terhadap pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende. Kita sudah ditunjuk dan ditetapkan melalui kongres yang diikuti oleh seluruh keanggotaan Asprov tapi batal dengan rapat pengurus,” kata Mikel.
Ia merasa heran dan tidak masuk akal dengan alasan dari Asprov PSSI NTT terkait efisiensi anggaran dan kondisi politik.
“Kalau alasan anggaran itu disampaikan oleh Bupati Ende kita masuk akal. Ini kok aneh, Asprov yang sampaikan alasan efisiensi anggaran sedang Pemkab Ende menyatakan siap. Kita melihat pembatalan ini karena ada faktor lain,” katanya.
Dikatakannya, sebagai bentuk tanggung jawab moralnya kepada publik sepak bola Ende, manajemen Perse tidak membawa tim ini ke liga 4 ETMC yang sudah dipindahkan ke Kota Kupang oleh Asprov PSSI NTT.
“Ini tanggung jawab saya sebagai manejer kepada masyarakat Ende. Kita sudah dihina maka kita tidak ikut ETMC,” katanya.
Diberitakan sebelumnya di media ini, Asprov PSSI NTT memutuskan mengembalikan liga 4 ETMC tahun 2025 diselenggarakan di Kota Kupang dengan alasan berbagai faktor terutama efisiensi anggaran, kesiapan daerah dan permintaan dari klub- klub peserta serta kondisi politik.
Bupati Ende, Yoseph Badeoda kepada Florespos.net, Jumat (25/7/2025) sore di Stadion Marilonga mengatakan pemerintah daerah menghargai keputusan tersebut namun menurutnya alasan yang disampaikan oleh Asprov PSSI NTT tidak masuk akal.
“Dibatalkan tidak apa – apa tetapi alasan tidak masuk akal. Alasan kondisi sosio politik yang tidak kondusif, apa yang tidak kondusif di Ende. Kita baik – baik saja ko,” ujar Bupati Ende.
Yoseph Badeoda juga menambahkan pemerintah Kabupaten Ende kecewa karena alasan pembatalan Ende jadi tuan rumah ETMC 2025 bulan Oktober mendatang tidak masuk akal.
“Kalau mau ke politik ya silakan, kita juga masih ada pekerjaan lain,” kata Bupati Ende.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










