Imam Masjid, Pendeta, Pastor, dan OMK Antusias Ikuti Seminar Moderasi Beragama di Aula Paroki Reo - FloresPos Net

Imam Masjid, Pendeta, Pastor, dan OMK Antusias Ikuti Seminar Moderasi Beragama di Aula Paroki Reo

- Jurnalis

Jumat, 20 Juni 2025 - 17:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Imam Masjib Besar Reo  Syamsuddin, Ketua MUI Kecamatan Reo Usman Wahid, Pendeta Apriani Mega Plaituka, S.Si, Teol (GMIT Ephata Reo); dan Pendeta Albinus Y. Baok (Gereja Pentekosta),  belasan pastor paroki sekevikepan Reo, dan ratusan OMK utusan 17 Paroki di Kevikepan Reo sangat antusias mengikuti seminar moderasi beragama dengan narasumber Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Ruteng, RD. Dr. Hironimus Bandur, S.Fil, M.Th yang berlangsung di Aula Paroki Reo, Jumat (20/6/2025).

Para pastor yang mengikuti seminar ini di antaranya Pastor Paroki Reo, RD. Mansuetus Hariman, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng RD. Marten Kendo, RP. Yanuarius, OFM; Paroki Robek RD.Geby Ediman, RD. Rofinus Abin, RD. Dedy Madur, Ketua Pelaksana DPP Paroki Reo Pius Jemadu; dan sejumlah tokoh masyarakat. Selaku Moderator Seminari ini Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng RD. Marten Kendo.

Mari Kita Belajar yang Baik dari Agama Lain

RD. Dr. Hironimus Bandur, S.Fil, M.Th dalam materinya berjudul Moderasi Beragama pada Masyarakat Multikultur antara lain menjelaskan seputar demografi agama di dunia di mana seturut Pew Research Center 2022, agama Kristen (Katolik dan Kristen Protestan dan denominasi) sebesar 31,7%; Islam 25%; Hindu 15,9%; Budha 5,08%.

Sementara demografi agama di Indonesia seturut BPS 2024: Islam 87,2%; Kristen 9,8%; Hindu 1,7%; Budha 0,7%. Sedangkan demografi agama di NTT seturut BPS 2024, lanjut Doktor Hiro Bandur: Katolik 54,3%; Kristen 36,5%, Islam 9,01%; Hindu 0,17%, dan Budha 0,001%, dan demografi agama di Kabupaten Manggarai seturut BPS 2024: Katolik 95%; Islam 3,3%; Kristen 0,8%, Hindu 0,1%, dan Budha 0,003%.

Baca Juga :  Peduli Kasih, Sekami-Sekar Paroki Reo Berbagi dengan Difabel, Lansia, dan ODGJ

Paradoks Keberagaman

Pada kesempatan ini, Doktor  Prodi Studi Agama Islam dengan Konsentrasi Kajian Antar Iman (Interfaith studies) pada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogya tamat 2022 ini menyebut beberapa paradoks keberagamaan yakni Pluralisme asimetris: tidak semua identitas dihargai setara; perbedaan respons terhadap keberagaman antar daerah; politik identitas turut memengaruh hubungan sosial;  etnoreligiosentfisme: campur aduk etnis agama konflik; privatisasi agama & rabun kemanusiaan akibat  fundamentalisme.

Doktor Hiro Bandur juga menyebut indikator moderasi beragama yakni komitmen kebangsaan-kesetiaan pada Pancasila & UUD 1945; toleransi: inklusif terhadap semua perbedaan; anti kekerasan: menolak kekerasan verbal, fisik, ekstrem; ramah tradisi:akomodatif terhadap budaya lokal.

Konsep Moderasi Beragama dalam Agama-agama

Dosen pada STIPAS St. Sirilus Ruteng ini menyebut beberapa konsep moderasi beragam dalam agama-agama di mana Agama Islam mengacu pada Al Baqara 143; Piagam Madinah, hadits ukhuwah.

Agama Kristen pada Perikope Ijil Matius pasal  22:37, Nostra Aetate, Dignitatis Humanae. Agama Hindu mengacu pada:  Weda, Bhagavadgita-cinta. Karma, bhakti, jnana, dan agama Budha pada 3 moralitas:hindari kejahatan, lakukan baik, penyucian diri; dan Khonghucu:  cinta kasih, kebenaran,  kesusilaan, kebijaksanaan, kepercayaan.

Mengakhiri materinya, Romo Hiro mengutip kutipan bermakna Paus Leo XIV yang disampaikan pada 18 Juni 2025 lalu,petikannya: Kita tidak boleh menjadi terbiasa dengan perang. Marilah kita tolak godaan terhadap senjata.

Siap Merawat dan Sukseskan Moderasi Beragama di Reo

Pada kesempatan ini, peserta yang hadirdi antaranya Pendeta Apriani Mega Plaituka, S.Si, Teol (GMIT Ephata Reo), Imam Masjib Besar Reo Syamsuddin, Ketua MUI Kecamatan Reo Usman Wahid, dan Pendeta Albinus Y. Baok (Gereja Pentekosta) menyatakan kesiapan untuk terus  merawat dan menyukseskan moderasi beragama sehingga terciptanya suasana persaudaraan, kedamaian, dan saling menghargai kebhinekaan tunggal ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Kerangka Manusia Dalam Kebakaran Rumah di Reo Manggarai Terlihat Utuh, Tak Terpotong-potong

Sementara beberapa perwakilan orang muda dan elemen masyarakat di antaranya Fr. Sesa Nathem, Fr. Vall Yogevaldi; Paskalis Ronaldi, Desiderius Mikael, Paskalis Ronaldi, Yane menyampaikan apresiasi dan masukan positif terkait seminar moderasi beragama yang melahirkan aneka nilai untuk kehidupan elemen warga.

Menanggapi masukan dari pelbagai tokoh agama dan elemen umat di atas, Romo Hiro Bandur menitipkan dua catatan penting:

Pertama, Mari kita terus mendalami dan bangga dengan agama kita masing-masing, tetapi tanpa mengabaikan saudara-saudari lain yang beragama lain.

Kedua, mari terus menjadikan spiritualitas agama kita masing-masing untuk menyucikan ruang publik, dan selalu mempromosi pembangunan peradaban baru yang konstruktif.

Sekilas Profil Singkat Romo Hiro Bandur

Nama Romo Dr. Hironimus Bandur, S.Fil, M.Th kelahiran Lembor 23 Mei 1976. Studi S1 Filsafat di STFK Ledalero tamat 2001; S2 Teologi Kontekstual di IFTK Ledalero tamat 2005; S3 Prodi Studi Agama Islam Konsentrasi Kajian Antar Iman (Interfaith studies) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogya tamat 2022.

Romo Hiro ditahbiskan menjadi imam projo pada tahun 2006. Setelah ditahbiskan ia bertugas di Paroki Kumba Ruteng 2006-2007, lalu tugas di  Seminari Labuan Bajo 2007-2010, dan Dosen di STIPAS Santo Sirilus Ruteng 2010-sekarang.

Romo Hiro aktif menulis buku di antaranya berjudul Moderasi Beragama Dalam Masyarakat Multikultur.

Ia juga penulis aktif untuk bookchapter, artikel jurnal, talkshow live streaming dan seminar seputar tema moderasi beragama, interkulturalitas, studi agama-agama dan teologi kontekstual serta pastoral lintas batas.*

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pemerhati Perempuan dan Anak Prihatin Kasus Prostitusi di Ende, Siap Dampingi Korban
KPA NTT Minta Pencabutan Sertifikat Hak Pakai Tanah TNI di Tonggurambang
Bupati Simplisius Dorong Implementasi Manajemen Talenta Bersama BKN
KPA NTT Tegaskan Hentikan Perampasan Tanah Rakyat untuk Pembangunan Satuan dan Fasilitas Militer di Tonggurambang
Si Jago Merah Lalap Habis 1 Rumah di Ma’ubare, Tonggo-Nagekeo, Tidak Ada Korban Jiwa
WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT
WALHI NTT Tegaskan, Dekarbonisasi Merupakan Cara Baru Merampas Ruang Hidup Rakyat
Kos-kosan ASN di Ende jadi Tempat Prostitusi, Satpol PP Amankan Lima Perempuan
Berita ini 408 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:25 WITA

Pemerhati Perempuan dan Anak Prihatin Kasus Prostitusi di Ende, Siap Dampingi Korban

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:20 WITA

KPA NTT Minta Pencabutan Sertifikat Hak Pakai Tanah TNI di Tonggurambang

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:15 WITA

Bupati Simplisius Dorong Implementasi Manajemen Talenta Bersama BKN

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:48 WITA

KPA NTT Tegaskan Hentikan Perampasan Tanah Rakyat untuk Pembangunan Satuan dan Fasilitas Militer di Tonggurambang

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:34 WITA

Si Jago Merah Lalap Habis 1 Rumah di Ma’ubare, Tonggo-Nagekeo, Tidak Ada Korban Jiwa

Berita Terbaru