REOK, FLORESPOS.net-Anak Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami) dan Sekar Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo, Keuskupan Ruteng berbagi kasih kepada belasan difabel, lanjut usia (lansia) dan Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ).
Bantuan kemanusiaan dibagikan di sejumlah titik di paroki itu, Minggu (20/10/2024), dengan membawakan bantuan kemanusiaan berupa beras, biskuit, mie instan, sabun mandi, sabu cuci, dan permen.
Sebelum menyambangi beberapa titik pendropan bantuan, anak-anak Sekami-Sekar didampingi Pembina, A. Puspasari Diharjo atau Aci Sari, dan dua pendamping Petronela Lensi dan Yohanes Ladjar, S.Pd terlebih dahulu diberkati oleh Pastor Paroki RD. Mansuetus Hariman. Hadir juga saat itu Pastor Rekan RD. Yosef Oriol Dampuk yang juga Kepala Sekolah SMAS Santo Gregorius Reo.
Setelah diberkati, tim Sekami-Sekar dengan mengggunakan kendaraan pick up yang dikemudi pemerhati kemanusiaan Berto Nggala menyambangi rumah para difabel, orang jompo dan ODGJ di sejumlah lokasi di antaranya di Stasi Raba, dan di sejumlah rumah di Kota Reo.
Lokasi pertama yang disasar dan diberikan bantuan di Stasi Raba tepatnya di RT 006/RW 004, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan diberikan kepada salah seorang warga yang menderita stroke atas nama Romanus Baharum.
Setelah itu, tim yang sama berturut-turut menyambangi rumah salah seorang difabel atas nama Fitri Hibur, lalu mendatangi rumah salah seorang warga yang menderita stroke atas nama Valentinus Sukaedi dan anaknya yang menyandang difabel bernama Donatus Rahul (21), dan penerima bantuan terakhir yang berlokasi di Raba diberikan kepada Florida Saina (23 tahun).
Setelah usai menjalankan misi kemanusiaan di Raba, tim kemanusiaan ini melanjutkan misi yang sama di beberapa titik di Kota Reo. Lokasi pertama yang disambangi di Kota Reo bertempat di RT 14/RW 004, Kelurahan Mata Air, tepatnya di KBG Santo Yosef Wilayah I dengan penerima bernama Bonefasius Maku (59).
Setelah itu, tim yang sama menyambangi rumah Valentinus Umi (73) di wilayah 2, rumah Kristina Jaju, lalu rumah Marta Nu (76) dan Martinus Andang (79).
Selanjutnya, tim Sekami-Sekar berbagi kasih dengan difabel di Wilayah 3 dengan penerima bantuan Sefila (8 tahun), Yosefina Woda (60 tahun) dan Clara Sangur di KBG Bintang Timur.
Pantauan Florespos.net, sebelum memberikan bantuan kemanusiaan, anak-anak Sekami-Sekar didampingi Pendamping dan Penasihat terlebih dahulu mendaraskan doa dan melantunkan beberapa lagu rohani.
Uniknya, saat melantunkan lagu-lagu rohani, ada difabel yang turut melantukan lagu dan bergembira ria bersama.
Jangan Dilihat dari Jumlahnya
Pendamping Sekami Petronela Lensi atau Lensi dalam sepata kata dua saat menyerahkan bantuan berkali-kali menggarisbawahi bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian anak-anak Sekami-Sekar terhadap sesame yang mengalami kesusahan, terutama difabel, lansia, dan ODGJ.
“Bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian anak-anak Sekami-Sekar kepada sesama yang mengalami kesusahan. Bantuan yang diberikan jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi ini merupakan wujud kepedulian anak-anak terhadap sesama yang mengalami kesusahan,” katanya.
Sementara Pembina Sekami Aci Sari kepada media ini menambahkan dana untuk membeli bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada difabel, lansia, dan ODGJ itu berasal dari tabungan atau sisih uang jajan anak-anak Sekami-Sekar dan dukungan dari pendamping dan pembina wadah rohani ini.
“Anak-anak Sekami-Sekar sisihkan uang jajan mereka untuk membeli material bantuan kemanusiaan ini. Para pendamping dan pembina juga turut memberikan bantuan,” kata Aci Sari.
Maknai Minggu Misi Sedunia
Pastor Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo, RD. Mansuetus Hariman didampingi Pastor Rekan RD. Oriol Dampuk kepada media ini menjelaskan aksi solidaritas yang dilakukan anak- anak Sekami-Sekar di bawah koordinasi pendamping dan Pembina itu selain karena panggilan kemanusiaan, juga kegiatan karitatif itu dilakukan untuk memaknai Minggu Misi Sedunia ke-98 yang jatuh pada 20 Oktober 2024.
“Aksi sosial karitatif ini untuk memaknai Minggu Misi Sedunia dengan membagikan sembako alakadarnuya untuk difabel, orang jompo dan yang berkebutuhan khusus,” kata Romo Mansuetus. *
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










