ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Kabupaten Ende, Yoseph Benediktus Badeoda mengakui program seratus hari kerja pemerintahannya bersama Wakil Bupati, Dr Domi Mere tidak maksimal.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ende, Yoseph Badeoda saat apel kesadaran dengan ASN di halaman kantor Bupati Ende, Selasa (17/6/2025) lalu.
Pada kesempatan itu dihadapan ASN Lingkup Pemkab Ende, Bupati Yoseph Badeoda mengatakan terkait dengan seratus hari masa awal pemerintahannya harus diakui tidak banyak yang bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran.
Meski demikian, kata Bupati, seratus hari kerja adalah waktu untuk belajar mengenal dan memahami pengelolaan anggaran dan keuangan secara lebih baik. Dalam seratus hari kerja tersebut Bupati Yoseph katakan akhirnya tahu kekuatan dan kelemahan daerah.
“Kami akhirnya tahu kekuatan dan kelemahan daerah kita ini. Kami memulai bekerja dengan prinsip dasar yang kami pegang adalah transparansi, akuntabilitas, dan partisipatif,” tegas Yoseph Badeoda.
Dikatakannya, walaupun dalam kondisi anggaran yang terbatas ada lima program yang dapat dilakukan pemerintahannya bersama Wabup Domi Mere antara lain perbaikan RSUD, sampah kota, Ende Terang, pasar dan penataan manajemen cash sekaligus memperbaiki penyusunan dan tata kelola anggaran daerah.
Penataan dan perbaikan manajemen rumah sakit dilakukan dengan perbaikan kenyamanan pasien. Setiap ruangan dipasang AC karena selama ini kelas 3 dan kelas 2 pakai kipas angin.
Perbaikan toilet dan kamar mandi yang bersih dan baik. Kebersihan dalam dan luar rumah sakit. Persediaan obat-obatan dengan penyediaan apotik rumah sakit dan smart parking.
Terkait sampah kota penanganan jangka pendeknya adalah melakukan aksi dan gerakan pembersihan sampah kota setiap hari jumat oleh seluruh ASN dan anak sekolah. Jangka panjangnya adalah penyediaan TPA, bank sampah dan pengelolaan sampah.
“Dengan gerakan ini kita berharap masyarakat yang tadinya apatis akhirnya mulai simpati dan mulai ikut membantu membersihkan sampah di rumah dan pekarangan masing-masing. Kita juga menggerakkan anak sekolah untuk menjadi pionir hidup sehat dan bersih di sekolah,” katanya.
Program Ende Terang, pemerintah sudah mengganti lampu-lampu baru di beberapa ruas jalan di dalam kota agar Kota Ende tidak gelap.
“Tujuan Ende Terang agar kota menjadi aman bagi penduduknya dan aktivitas penduduk bisa lebih panjang sehingga ekonomi juga bisa tumbuh. Dengan penerangan jalan ini Ende menjadi lebih hidup dan lebih indah dengan lampu dan membuat masyarakatpun mulai memanfaatkan waktu kehidupannya lebih panjang,” katanya.
Penataan dan penertiban pasar belum berjalan baik karena perlu anggaran yang besar. Pengaturan pasar ini menjadi problem besar karena kondisi saat ini sangat semrawut. Pasar ramai tetapi tidak tertata dengan baik.
Bupati juga menyampaikan kondisi keuangan daerah kita tahun anggaran 2025. Daerah membutuhkan anggaran sebesar Rp 241 miliar untuk menutupi beban anggaran sementara anggaran yang diterima dari pusat dan propinsi Rp 180 miliar. Ende membutuhkan PAD minimal 60 miliar untuk menutupi beban daerah melalui PAD.
Bupati meminta seluruh OPD berhemat dan dan bersama memikirkan meningkatkan PAD yang tahun lalu hanya Rp 22 miliar menjadi minimal 60 miliar tahun ini.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










