ENDE, FLORESPOS.net-Lembaga pendidikan tinggi terbesar di daratan Flores- Lembata, Universitas Flores (Uniflor) yang berada dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) adalah sebuah kampus yang mengedepankan budaya.
Dengan tagline kampus mediator budaya, Universitas Flores selalu memberikan ruang kreasi budaya dalam setiap kegiatan termasuk pada momen sakral wisuda sarjana.
Bukan hanya nuansa budaya yang ada di Flores-Lembata, lembaga pendidikan tinggi ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa dari luar Pulau Flores untuk menampilkan budayanya seperti tarian adat, busana adat dan lagu daerah.
Seperti pada Senin (16/6/2025) sore, saat pembukaan turnamen Futsal Ekonomi dan Bisnis Cup IX yang berlangsung di Lapangan Futsal kampus II Uniflor sejumlah mahasiswi asal Papua menampilkan tarian Yosim Pancar (Yospan) dari Papua.
Tarian Yospan adalah tarian yang menggambarkan persahabatan dan kebersamaan yang selalu ditampilkan saat acara adat, festival dan kegiatan lainnya.
Nelci Imbiri, mahasiswi Afirmasi dari Papua yang mengenyam pendidikan tinggi di program studi Pendidikan Biologi, FKIP Uniflor menyampaikan rasa bangga karena diberikan ruang membawakan tarian adat dari Papua pada kegiatan tersebut.
Ia bangga bisa menunjukkan budaya Papua di Flores dan mendapatkan apresiasi khusus. Kata Nelci mereka sudah sering menampilkan tarian ini pada acara resmi di Universitas Flores.
“Kami bangga bisa tampilkan budaya Papua di sini dan mendapatkan apresiasi tersendiri. Sudah beberapa kali kami diberikan kesempatan untuk menampilkan tarian Yospan,” katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh Yosani Tabuni, mahasiswa asal Papua yang mengambil jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis Uniflor.
Dikatakannya bahwa ia bangga karena diberikan ruang untuk tampil pada setiap acara resmi di kampus Universitas Flores.
“Kami bangga karena sebelumnya hanya seputar budaya Flores tetapi saat kami ada di sini kami juga diberikan ruang menampilkan budaya atau tarian dari Papua,” katanya.
Yosani mengatakan mereka selalu siap tampil jika diberikan kesempatan.
“Kami bangga dan selalu siap tampil jika diminta,” katanya.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










