Tarian Yospan dari Papua Ditampilkan di Uniflor, Nelci: Kami Senang Mendapat Apresiasi di Sini - FloresPos Net

Tarian Yospan dari Papua Ditampilkan di Uniflor, Nelci: Kami Senang Mendapat Apresiasi di Sini

- Jurnalis

Selasa, 17 Juni 2025 - 15:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Lembaga pendidikan tinggi terbesar di daratan Flores- Lembata, Universitas Flores (Uniflor) yang berada dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) adalah sebuah kampus yang mengedepankan budaya.

Dengan tagline kampus mediator budaya, Universitas Flores selalu memberikan ruang kreasi budaya dalam setiap kegiatan termasuk pada momen sakral wisuda sarjana.

Bukan hanya nuansa budaya yang ada di Flores-Lembata, lembaga pendidikan tinggi ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa dari luar Pulau Flores untuk menampilkan budayanya seperti tarian adat, busana adat dan lagu daerah.

Seperti pada Senin (16/6/2025) sore, saat pembukaan turnamen Futsal Ekonomi dan Bisnis Cup IX yang berlangsung di Lapangan Futsal kampus II Uniflor sejumlah mahasiswi asal Papua menampilkan tarian Yosim Pancar (Yospan) dari Papua.

Baca Juga :  152 Warga Golo Kempo Manggarai Barat Alami Gangguan Penglihatan

Tarian Yospan adalah tarian yang menggambarkan persahabatan dan kebersamaan yang selalu ditampilkan saat acara adat, festival dan kegiatan lainnya.

Nelci Imbiri, mahasiswi Afirmasi dari Papua yang mengenyam pendidikan tinggi di program studi Pendidikan Biologi, FKIP Uniflor menyampaikan rasa bangga karena diberikan ruang membawakan tarian adat dari Papua pada kegiatan tersebut.

Ia bangga bisa menunjukkan budaya Papua di Flores dan mendapatkan apresiasi khusus. Kata Nelci mereka sudah sering menampilkan tarian ini pada acara resmi di Universitas Flores.

“Kami bangga bisa tampilkan budaya Papua di sini dan mendapatkan apresiasi tersendiri. Sudah beberapa kali kami diberikan kesempatan untuk menampilkan tarian Yospan,” katanya.

Baca Juga :  Warga Kumpul Uang Seratus Ribu Per KK Pasang Bronjong di Kali Wolowona

Hal senada juga dikatakan oleh Yosani Tabuni, mahasiswa asal Papua yang mengambil jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis Uniflor.

Dikatakannya bahwa ia  bangga karena diberikan ruang untuk tampil pada setiap acara resmi di kampus Universitas Flores.

“Kami bangga karena sebelumnya hanya seputar budaya Flores tetapi saat kami ada di sini kami juga diberikan ruang menampilkan budaya atau tarian dari Papua,” katanya.

Yosani mengatakan mereka selalu siap tampil jika diberikan kesempatan.

“Kami bangga dan selalu siap tampil jika diminta,” katanya.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Korban Gempa Flores Capai 68 Orang, Rumah Sakit Lapangan Dibangun di Aeramo
BGN Ende Salurkan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Ende
Menyalakan Harapan dari Gereja KAE
Kunjungi Pasien Korban Gempa Flores, Wamenkes Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Maksimal
PTTEP Indonesia Dukung Festival Golo Koe sebagai Green Event Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Pascagempa Flores, Kabasarnas Pastikan Operasi SAR Berjalan Maksimal di Manggarai Timur
Rawat 56 Pasien RSUD Ende Butuh Tenda Darurat dan Golongan Darah O
Ketua TP PKK Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:05 WITA

Korban Gempa Flores Capai 68 Orang, Rumah Sakit Lapangan Dibangun di Aeramo

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:54 WITA

BGN Ende Salurkan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Ende

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:07 WITA

Menyalakan Harapan dari Gereja KAE

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:22 WITA

Kunjungi Pasien Korban Gempa Flores, Wamenkes Pastikan Pelayanan Kesehatan Berjalan Maksimal

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:46 WITA

PTTEP Indonesia Dukung Festival Golo Koe sebagai Green Event Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BGN Ende Salurkan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Ende

Senin, 17 Agu 2026 - 20:54 WITA

Warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Mengungsi di bukit.

Feature

Menyalakan Harapan dari Gereja KAE

Senin, 17 Agu 2026 - 19:07 WITA