JPIC Keuskupan Ruteng dan Paroki Reo Tanam Pohon di Kawasan Lingkar Tambang Luwuk, Matim - FloresPos Net

JPIC Keuskupan Ruteng dan Paroki Reo Tanam Pohon di Kawasan Lingkar Tambang Luwuk, Matim

- Jurnalis

Minggu, 7 April 2024 - 20:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG,FLORESPOS.net – Bekerja dengan banyak elemen, JPIC Keuskupan Ruteng, Flores, NTT, melakukan aksi nyata dalam mengimplementasikan tahun ekologi integral berupa penanaman anakan pohon.

Kali ini sasaran kegiatan di kawasan lingkaran tambang di Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Matim yang beberapa tahun lalu mau dijadikan pusat pabrik semen Singa Merah oleh Pemprov NTT.

Dalam aksi tanam pohon, JPIC Keuskupan Ruteng tidak sendiri, melainkan bekerja sama dengan Paroki Reo, plus umat stasi setempat, dan anak-anak dari kelompok pencinta lingkungan  SMAK St. Gregorius Reo.

Menurut Koordinator JPIC Puspas Keuskupan Ruteng, RD. Marthin Chen per telepon kepada Florespos.Net, Minggu (7/4/2024), semua kegiatan dilakukan bersama Vikep Reo, RD. Herman Ando, Pastor Paroki Reo, RD. Mansu Hariman bersama unsur JPIC, anak sekolah dan unsur di stasi.

“Kita tanam anakan kayu baik di lingkungan kapela, tanah stasi, dan area mata air bagi masyarakat,” katanya.

Anakan kayu yang ditanam itu jenis mahoni, ketapang kencana, dan anakan Merbau. Khusus untuk area mata air, itu pohon Sau.

Baca Juga :  Kunjungi Pasar Danga Nagekeo, Ini Kado yang Diberikan Presiden Jokowi

Anakan mahoni tidak saja ditanam di area publik, juga, sebagian diberikan kepada umat stasi untuk ditanam di kebunnya.

Aksi peduli lingkungan ini bisa dilakukan karena ada pasokan bibit anakan kayu dari pusat pembibitan milik Kementerian Lingkungan Hidup RI di Nggorang, Labuan Bajo, Mabar.

Penanaman anakan kayu itu sendiri selalu diawali dengan kegiatan rohani Katolik seperti katekese tentang lingkungan untuk umat dan anak-anakan, dan misa ekologi.

Katekese lingkungan untuk anak-anak kali ini menjadi perhatian guna menanamkan jiwa mencintai alam dan lingkungan sejak usia dini.

Kesadaran itu harus ditanam dalam hati anak-anak karena yang merusak alam dan lingkungan itu adalah manusia.

Maka pedagogi pendidikan penting untuk merubah cara pikir dan perilaku sehingga menumbuhkan jiwa dan semangat merawat alam dan lingkungan sejak usia dini.

“Apa yang dilakukan ini merupakan aksi nyata untuk melaksanakan tahun ekologi integral yang jadi program pastoral Keuskupan Ruteng tahun ini,” ujar Romo Chen yang juga Direktur Puspas Keuskupan Ruteng ini.

Dalam aksi ini, umat atau siapapun digerakkan untuk merawat alam dan lingkungan.

Baca Juga :  Plt Kadis Dispora Ende Harap Peserta Pelatihan Inkubator Bisnis Implementasikan Ilmu

Perawatan alam dan lingkungan itu tentu lahir dari spiritualitas bahwa syukur dan puji  atas karya agung penciptaan Allah untuk manusia.

Sebelumnya, ketika menanam anakan pohon di kawasan geothermal Poco Leok, belum lama ini, Vikjen Keuskupan Ruteng, RD. Alfons Segar mengatakan, penanaman pohon yang dilakukan sekarang ini adalah tindakan nyata dalam mewujudkan tahun ekologi integral Keuskupan Ruteng.

“Bentuknya tanam pohon dan bagi bibit kayu kepada umat,” katanya.

Tentu semua tahu bahwa  fokus kegiatan pastoral Keuskupan Ruteng tahun ini adalah bergerak bersama untuk menjaga alam dan lingkungan hidup.

Tujuannya untuk melestarikan alam ciptaan Tuhan. Dan, hal itu adalah tugas dan tanggung jawab bersama.

Dalam kitab suci yang dibacakan dalam ibadat ini, ada perintah untuk menguasai. Tetapi, hal itu bukanlah dalam arti supaya manusia menggunakan dan mengeksploitasi alam semau dan sesuka hatinya.

Tetapi, hal itu lebih pada perintah untuk menjaga dan memelihara semua yang telah diciptakan Tuhan supaya tetap baik adanya sampai kapanpun. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:13 WITA

Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Dignitas Sang Penjual Bawang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:53 WITA