Pesan Moral Ustad Amril Saat Salat Idul Adha di Lapangan Umum Kota Baru Maumere - FloresPos Net

Pesan Moral Ustad Amril Saat Salat Idul Adha di Lapangan Umum Kota Baru Maumere

- Jurnalis

Jumat, 6 Juni 2025 - 11:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Umat muslim dari 5 masjid yang ada di Kota Maumere melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Umum Kota Baru, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (6/6/2025) yang dimulai pukul 06.30 Wita.

Khatib Ustadz Amril, S.Sos dalam khotbahnya mengharapkan para elit dan warga di negeri yang mengaku insan beriman dimana pun berada perlu mengambil makna hakiki dari ajaran ketulusan, cinta, dan pengorbanan Ibrahim, Ismail, dan Siti Hajar sebagai model perilaku emas yang menebar keutamaan bagi seluruh umat manusia.

Ustad Amril menyentil,adanya segelintir orang atau kelompok yang menguasai mayoritas kekayaan negara dan menyebabkan kesenjangan sosial, merupakan bukti lemahnya jiwa berkorban di tubuh bangsa ini.

Ia menambahkan, luruhnya jiwa kenegarawanan ditandai kian menguatnya kebiasaan mengutamakan kepentingan diri dan kroni di atas kepentingan publik.

“Boleh jadi karena makin terkikisnya jiwa ikhlas berkorban sebagai kanopi suci yang diajarkan para Nabi Allah yang kaya mozaik spiritual Ilahiah itu,” sebutnya.

Dikatakan Ustad Amril, dalam kehidupan umat dan bangsa sungguh diperlukan jiwa berkorban berbasis iman untuk tegaknya kebenaran, kebaikan, kemajuan dan segala keutamaan.

Termasuk bagi mereka yang selama ini memiliki amanah kekuasaan dan memiliki kekayaan berlebih untuk berkorban demi kesejahteraan rakyat yang masih dilanda kehidupan yang dhu’afa-mustadh’afin di negeri ini.

Ia menegaskan, tanpa pengorbanan dengan jiwa, pikiran, perasaan dan perbutan yang tulus dan utama dari para elit dan warga bangsa, maka tidak mungkin tercipta kehidupan yang baik dan maju di tubuh bangsa ini dalam bingkai Baldatun Thayyibatun WaRabbun Ghafur.

“Ibadah haji dan qurban juga mengajarkan sifat cinta, yakni kasih sayang atau welas asih yang jernih terhadap sesame sebagai perwujudan cinta kepada Allah,” ungkapnya.

Virus Egoisme

Ustad Amril menyampaikan, Nabi Ibrahim AS, Isa AS, Nabi Muhammad SAW, dan para Rasul Kekasih Allah mempraktikkan hidup kasih sayang itu terhadap sesama tanpa diskriminasi.
Ia mencontohkan, Nabi Ibrahim sempat minta kepada Tuhan agar umat Nabi Luth yang durhaka tidak diberi azab.

Dia menyebutkan, pada saat ini tidak sedikit manusia terjangkit virus egoisme, yakni sikap hanya mementingkan diri dan kelompok sendiri.

Demi kepentingan golongan sendiri rela mengorbankan kepentingan sesama, bahkan terhadap sesama seiman.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Kapal Pengangkut Hewan dari Nagekeo ke Jeneponto Tenggelam di Pelabuhan Marapokot

“Aji mumpung kekuasaan tumbuh di mana- mana. Sifat kasih sayang seolah menjadi mutiara yang hilang untuk ditemukan kembali,” ucapnya.

Ustad Amril menyayangkan, penistaan, kekerasan, konflik, dan bahkan perang terjadi di sejumlah tempat dan kawasan antara lain karena menguatnya egoisme dan luruhnya kasih sayang antar sesama.

Manusia seolah menjadi serigala bagi yang lainnya dan sebagian orang beriman pun atas nama agama dan kebenaran tidak sedikit menjadi ringan tangan berbuat kekerasan, sehingga kehilangan watak kasih sayangnya terhadap sesame sebagaimana diajarkan agama dan para Nabi.

Amril mengatakan, agama dan jejak Nabi yang mengajarkan kasih sayang dan kedamaian hanya menjadi ujaran dan retorika indah, sering tidak menjadi pola tindak dan keteladanan dalam kehidupan umat beragama.
Ia mencontohkan, saling hujat, caci maki, kebencian, penipuan dan sikap saling menyebar kebohongan kadang terbuka di ruang public baik antar sesama umat seagama maupun antar umat beragama.

“Hal ini dipicu oleh berbagai sebab, namun pada akhirnya bermuara pada luruhnya jiwa damai dan kasih sayang antar sesama.Sebagian panorama kehidupan saat ini di banyak kawasan cenderung berwajah garang, konflik, dan perang,” tuturnya.

Penurunan Moral

Ustad Amril menegaskan, kita juga berharap agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) benar-benar tegas dalam menegakkan perdamaian dan tidak diskriminasi hanya karena mengikuti kemauan negara- negara adidaya yang merusak tatanan dunia yang baik untuk semua.

Lanjutnya, kita juga prihatin dengan perkembangan dan dampak negatif media sosial dimana media sosial sering menjadi ajang relasi yang kurang baik seperti mudah menebar kebencian, permusuhan, fitnah, amarah, dan ujaran-ujaran tak pantas sehingga kehilangan keadaban dan bingkai akhlak karimah.

Ia menyebutkan, kekerasan terjadi di banyak ranah kehidupan ini sehingga insan beriman di mana pun berada diuji ketulusan dalam hidup berbasis nilai-nilai Ilahi dalam menghadapi dunia yang banyak kepentingan harta, tahta, wanita, dan pesona dunia yang serba menghalalkan apa saja.

“Kehidupan politik yang serba bebas, ekonomi yang serba kapitalistik, Kondisi moral masyarakat kita dari hari ke hari semakin runyam dan suram. Seperti merajalelanya minuman keras,” tuturnya.

Baca Juga :  Pilkada Manggarai Barat, Mario Pranda Inginkan Pertarungan Dua Paket

Ustad Amril mengatakan, nakoba, prostitusi, pornografi dan pornoaksi, LGBT diberbagai tempat dan fasilitas umum, seks bebas remaja melakukan hubungan kelamin sebelum menikah, keteladanan pun hampir lenyap.

Kita juga prihatin begitu banyak umat Islam bersemangat salat ied tetapi shalat lima waktu ditinggalkan tanpa beban.

Padahal kata dia, meninggalkan kewajiban salat itu adalah termasuk dosa besar, dan berkontribusi sebagai orang orang mengaku Islam tetapi yang meruntuhkan agamanya sendiri.

Dan budaya populer yang memuja kesenangan inderawi membuat masyarakat kehilangan nilai-nilai Ilahi yang bermakna utama.

“Bagi Mukmin sejati bahwa ibadah haji, kurban, dan ibadah-ibadah lainnya harus menjadikan dirinya semakin dekat dengan Allah dan berbuat kebaikan bagi sesama dalam jalinan habluminallah dan habluminannas yang harmonis,” pesannya.

Suksesnya Pembangunan

Ustad Amril mengatakan,jika setiap muslim memiliki relasi habluminallah dan habluminannas yang baik dan seimbang, maka akan melahirkan kehidupan yang utama di dunia dan akhirat.

Ia menyebutkan, pelaksanaan Idul Adha kali ini memiliki arti penting dimana kita melaksanakannya menjelang seratus hari kerja Bupati Sikka.

Kata dia, tentunya suasana tenang, aman, dan tentram sangat dibutuhkan demi suksesnya perbuatan baik yang akan kita lakukan dan suksesnya pembangunan yang kita laksanakan.

Dirinya mengajak semua umat Muslim agar mendukung program pemimpin yang telah kita pilih. Juga kita pertahankan dan tingkatkan rasa persaudaraan, rasa ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah, ukhuwah wathaniyah (sebagai warga bangsa) dengan tidak melihat dari golongan dan suku manapun dia.

“Dengan rasa persatuan dan persaudaraan kita akan mampu membangun peradaban,” tegasnya.

Ustad Amril berpesan, marilah kita berdoa agar salat Idul Adha, ibadah kurban, serta segenap ibadah kita selaku Muslim melahirkan kehidupan yang khusyuk, baik dan utama.

Saudara-saudara kita yang tengah menunaikan ibadah haji diberi kemudahan dan keberkahan oleh Allah serta menjadi haji yang mabrur.

Saudara-saudara kita di manapun berada yang memperoleh musibah agar diberi kesabaran dan anugerah Allah.

“Kita bermunajat kepada Allah agar hidup di dunia ini senantiasa berada di jalan-Nya, beribadah dan menjalankan tugas kekhalifahan dalam bimbingan-Nya, serta di akhirat kelak menjadi penghuni Jannatun Na’im dalam ridla dan karunia-Nya. Amin ya Rabb al-Alamin,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Wakil Bupati Buka Turnamen Piala Bupati Ende U-17
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:19 WITA

Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi

Berita Terbaru