Kuasa Hukum Almarhum Bonifasius Ghae Minta Polisi Usut Kasus Penikaman Secara Profesional - FloresPos Net

Kuasa Hukum Almarhum Bonifasius Ghae Minta Polisi Usut Kasus Penikaman Secara Profesional

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 20:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gregorius Upi Dheo

Gregorius Upi Dheo

BAJAWA, FLORESPOS.net-Gregorius Upi Dheo, S.H.M.H, selaku kuasa hukum keluarga almarhum Bonifasius Ghae korban pembunuhan di Desa Warupele 1, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada bekerja secara profesional dan transparan.

Gregorius Upi Dheo, menyampaikan pernyataan sikap resmi sebagai bentuk seruan keadilan, sekaligus tuntutan hukum terhadap institusi kepolisian, agar menjalankan seluruh proses penyelidikan dan penyidikan secara profesional, transparan, dan tanpa kompromi terhadap kebenaran substantif.

Dalam siaran Pers yang diterima Florespos.net, Kamis (5/6/2025) Greg Upi mengatakan poin-poin Fakta dan Desakan Hukum bahwa pelaku membawa senjata tajam sejak awal dan sempat mengancam saksi Kepala Dusun, sebelum akhirnya menikam almarhum Kepala Desa secara berulang.

Ancaman ini disertai gestur kekerasan, dan memperkuat dugaan bahwa pelaku sudah dalam kondisi siap dan berniat untuk menyakiti siapa pun yang menghalangi kehendaknya.

Penikaman dilakukan secara brutal, berulang kali, bahkan saat korban sudah jatuh ke tanah.

Dijelaskan, aksi ini sama sekali tidak menggambarkan tindakan spontan atau pembelaan diri, melainkan mencerminkan kehendak aktif untuk menghabisi nyawa orang lain.

Pelaku diduga sempat menyembunyikan barang bukti utama, dan menyerahkan pisau yang berbeda ketika ditangkap. Barang bukti asli baru ditemukan setelah diinterogasi.

Fakta ini memperkuat dugaan adanya kesadaran penuh dan upaya manipulatif setelah peristiwa.

Baca Juga :  Wapres Gibran Rakabuming Kunjungi Gibran Kecil yang Lahir di Posko Pengungsian Lewotobi

Pasca kejadian, pelaku tidak panik, tetap berada di tempat, bahkan sempat melakukan pembenaran di media sosial.

“Ini semakin menguatkan adanya rangkaian motif dan kesadaran penuh atas tindakannya,” jelasnya.

Korban, Bonifasius Ghae adalah Kepala Desa yang sedang menjalankan tugas negara.

Patut dipahami oleh publik bahwa kepala desa adalah pejabat negara yang berada langsung di bawah garis komando Presiden Republik Indonesia.

Maka ketika seorang kepala desa dibunuh dalam pelaksanaan tugasnya, itu adalah bentuk serangan terhadap struktur negara, dan menjadi soal nasional, bukan hanya lokal.

Selaku kuasa hukum, Greg Upi Deo berdasarkan seluruh uraian tersebut dirinya menyampaikan tuntutan tegas ke Aparat Penegak Hukum agar pengembangan kasus dan penerapan pasal mesti proporsional.

“Kami mendesak agar penyidik mempertimbangkan penerapan Pasal 338 dan/atau 340 KUHP, bukan semata-mata Pasal 351 ayat (3) KUHP. Fakta-fakta di lapangan jelas menunjukkan unsur niat dan kemungkinan perencanaan,” ungkapnya.

Dirinya secara resmi meminta agar perkara ini ditarik dan ditangani oleh Polres Ngada, bukan oleh Polsek Aimere di mana pertimbangannya bobot perkara menyangkut hilangnya nyawa seorang pejabat negara dan kepentingan akuntabilitas institusional.

Perluasan wilayah penyidikan yang melibatkan lebih banyak saksi dan barang bukti, serta untuk menjamin objektivitas dan independensi penegakan hukum.

Baca Juga :  Kepala BNPB Dorong Pemkab Ende Gerak Cepat Tangani Korban Bencana

“Kami mendorong agar dilakukan ekspose atau gelar perkara terbuka oleh Polres Ngada dan/atau Polda NTT, sebagai bentuk komitmen transparansi kepada publik.

Pihaknya meminta agar penyidik secara aktif menelusuri motif-motif terdahulu, komunikasi digital pelaku, dan riwayat ketegangan sosial antara pelaku dan pemerintah desa. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa pasal yang diterapkan sejalan dengan realitas hukum, bukan semata prosedur administratif.

“Kami tidak sedang menuntut penghukuman tanpa dasar. Kami hanya menuntut keadilan yang setimpal. Yang dibunuh adalah seorang kepala desa, pejabat negara yang mengemban mandat presiden. Jika aparat tidak serius menangani, maka yang mereka abaikan bukan hanya korban, tetapi kepercayaan rakyat terhadap sistem hukum dan integritas pemerintahan itu sendiri,” jelasnya.

Kuasa hukum bersama keluarga almarhum dan masyarakat luas, akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, hingga kebenaran hukum yang sebenarnya ditegakkan.

Seperti pernah diberitakan Florespos.net, Kamis ( 22/5/2025) telah terjadi tindak pidana penganiayaan berat oleh terduga pelaku NR (58) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Korban Kepala Desa  Warupele I, Bonifasius Ghae meninggal dunia akibat ditikam oleh pelaku di halaman Kantor Desa Warupele I.*

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih
Pemkab Sikka dan BTN Tandatangan Kerjasama Terkait Penyediaan Jasa Layanan Perbankan
Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial
Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende
Lepas Kontingen Popda, Bupati Sikka Berpesan Kejar Target Raih Emas
Selamatkan Korban dan Pengungsi Gempa Bumi Flores, Aksi Flores Mendesak Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Penanggulangan Bencana
Berita ini 649 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:34 WITA

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:37 WITA

Kasus Bunuh Diri Pelajar di Sikka Tergolong Tinggi, Dinas PKO Buat Program Layanan Dukungan Psikososial

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:04 WITA

Kelurahan Onekore Dapat Bantuan 5 Unit Rumah Layak Huni dari Bupati Ende

Berita Terbaru

Nusa Bunga

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:34 WITA

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:56 WITA