Banjir Rob Rendam Rumah Warga di Maumere - FloresPos Net

Banjir Rob Rendam Rumah Warga di Maumere

- Jurnalis

Rabu, 30 April 2025 - 17:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Rob Rendam Rumah Warga di Maumere

Banjir Rob Rendam Rumah Warga di Maumere

MAUMERE, FLORESPOS.net-Banjir rob kembali menggenangi puluhan rumah warga di Kampung Garam, Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere, Kabupaten Sikka sejak Jumat (25/4/2025).

Ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter sehingga banjir rob bukan saja menggenangi halaman rumah warga namun masuk ke dalam rumah yang memiliki ketinggian pondasi di bawah 60 sentimeter dari tanah.

“Hampir semua rumah di wilayah kami sejak puluhan tahun tergenang air saat air laut sedang pasang,” sebut Paulus Martinus Boy, Ketua RT 6 RW 4 Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Rabu (30/4/2025).

Paulus mengakui ,pihaknya sudah berulangkali menyampaikan permasalahan ini kepada pemerintah Kelurahan Kota Uneng hingga bupati dan wakil bupati serta anggota DPRD Sikka.

Warga menginginkan agar dibangun tanggul guna membendung masuknya air laut hingga membuat warga dua RT yakni RT 5 dan RT 6 rumahnya terendam banjir termasuk jalan semen di kompleks pemukiman ini.

Baca Juga :  Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal

“Kami sudah sampaikan permintaan warga agar dibangun tanggul di pesisir pantai agar bisa menahan masuknya air laut ke perkampungan dan menggenangi rumah warga,” harapnya.

Paulus menyebutkan, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi pun pernah berkunjung dan menyaksikan langsung kondisi perkampungan ini saat terjadi banjir rob.

Paulus mengaku menunjukan kepada wakil bupati Sikka kondisi yang terjadi akibat dampak banjir rob serta menunjukan lokasi agar dibangun tanggul penahan di dekat hutan bakau.

“Setahun bisa tiga kali terjadi banjir rob yang parah dimana ketinggian air bisa melebihi 50 sentimeter bahkan bisa mencapai satu meter. Banyak rumah warga mengalami kerusakan parah,” terangnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi mengakui telah mengunjungi lokasi banjir rob di Kota Maumere baik di Kelurahan Wairotang maupun di Kelurahan Kota Uneng.

Baca Juga :  Bantuan Rp 11 Miliar dari Kementan untuk Lahan Sawah di Kabupaten Sikka

Simon menyebutkan,untuk Kampung Garam Kelurahan Kota Uneng, solusinya perlu dibangun tanggul penahan agar air laut tidak masuk dan menggenangi perkampungan warga.

Sementara untuk di Kelurahan Wairotang, dirinya mengaku sudah melihat langsung kondisi di lapangan dan menemukan adanya bangunan yang dibangun warga menutup saluran air.

“Kalau di Kelurahan Kota Uneng perlu dibangun tanggul di pesisir pantai sementara untuk di Kelurahan Wairotang warga membangun rumah dan menutupi saluran air,” ungkapnya.

Simon mengakui sudah meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka agar bisa memberikan bantuan kepada warga terdampak. “Solusi cepat dengan membangun tanggul di pesisir pantai,” ucapnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Berita ini 187 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA