Namun berdasarkan informasi resmi dari Asprov PSSI NTT, bahwa tuan rumah dalam hal ini Kabupaten Manggarai Barat mengundurkan diri, maka ETMC XXXIII Tahun 2024 di Kabupaten Manggarai Barat batal dilaksanakan.
“Dalam kaitan aspek anggaran, APBD Flotim tahun 2024 telah dipagukan anggaran Rp 500 juta untuk mendukung Perseftim pada ETMC XXXIII di Manggarai Barat tersebut,” katanya.
“Karena terjadi penundaan dan pembatalan, dana sebesar Rp 500 juta tersebut tidak dicairkan atau dimanfaatkan. Dan dalam konteks anggaran, dana tersebut menjadi dana Silpa tahun 2024,” jelasnya.
Jhon Kopong menjelaskan, dalam perjalanan dan perkembangan, ditetapkan bahwa ETMC XXXIII Tahun 2024/2025 akan berlangsung atau dilaksanakan di Kupang.
Maka pihaknya melakukan beberapa tahapan, mulai dari seleksi pemain dan training center (TC) dengan kondisi ketiadaan anggaran pendukung.
Dalam kaitan proses seleksi dan TC menuju ETMC XXXIII di Kupang tersebut yang sedang ketiadaan anggaran, pihaknya melakukan pendekatan-pendekatan untuk agar bisa memfasilitasi Tim Perseftim mengikuti ETMC XXXIII di Kupang.
Pendekatan dimaksud, pihaknya meminjam uang pihak ketiga sebesar Rp 95 juta untuk kepentingan biaya persiapan menuju ETMC XXXIII di Kupang, di antaranya, akomodasi dan mobilisasi tim, konsumsi, jersi pemain dan kostum kontingen serta pembayaran panjar uang muka pemain dan pelatih.
Secara terperinci penggunakan dana atau uang sebesar Rp 95 juta tersebut yang diperoleh dari pinjaman pihak ketiga itu, Jhon Kopong menjelaskan, dana dialokasikan untuk kepentingan akomodasi, transportasi dan mobilisasi termasuk obat-obatan dikeluarkan sebesar Rp 20 juta, konsumsi Rp 25 juta, jersi dan kostum pemain Rp 25 juta, uang saku pemain dan pelatih Rp 35 juta.
“Setelah TC selesai, tim berangkat ke Kupang pada 28 Februari menggunakan transportasi laut dan pada posisi tanggal 27 Februari, uang tidak ada lagi di kas tim Perseftim dan Askab. Saya dan pengurus melakukan koordinasi dengan Sekda bersama Ketua Koni. Hasilnya, disepakati dana kas Koni sebesar Rp 260 jut bisa digunakan. Selanjutnya disepakati Rp 190 juta dari Koni bantu tim Perseftim. Realisasi disaksikan bersama oleh manajemen Perseftim dan diterima dalam bentuk uang kas,” jelasnya.
Jelas Jhon Kopong, uang sebesar Rp 190 juta bantuan Koni Flores Timur tersebut, pihaknya koordinasi dan langsung menyerahkan uang sebesar Rp 40 juta ke tim manajemen Perseftim dibawah pimpinan Viky Betan dan sisanya Rp 150 juta tetap di Askab PSSI Flotim.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










