Guru Pelaku Pencabulan Diminta Diproses Hukum dan Dipecat Sebagai ASN - FloresPos Net

Guru Pelaku Pencabulan Diminta Diproses Hukum dan Dipecat Sebagai ASN

- Jurnalis

Rabu, 5 Maret 2025 - 19:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Germanus Goleng

Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Germanus Goleng

MAUMERE, FLORESPOS.net-Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka telah meminta kepala sekolah SD Inpres Pelibaler, Kecamatan Doreng agar memfasilitasi pertemuan dengan orang tua korban.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 8 orang tua korban dan juga pemerintah Kecamatan Doreng, disepakati agar pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku dan dipecat dari ASN.

“Dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan dimana orang tua korban meminta pelaku dipecat sebagai ASN dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga :  Pemuda Peduli Desa di Alor Deklarasi Dukung Muhaimin Iskandar Presiden 2024

Kepada awak media di kantornya, Germanus mengatakan, setelah mendapatkan informasi terkait dugaan pencabulan oleh guru PJOK di SD Inpres Pelibaler, pihaknya langsung meminta kepala sekolah memfasilitasi pertemuan.

Sebab kata dia, informasi yang didapatkan awal, orang tua dari 8 korban belum mengetahui kejadian ini.

“Saya menyampaikan kepada kepala sekolah agar menyampaikan secara langsung kepada orang tua korban. Orang tua korban tidak boleh mendapatkan informasi dari orang lain,” tegasnya.

Germanus juga menyampaikan, informasi yang mereka terima, anak didik korban pencabulan merasa ketakutan sebab kemungkinan mendapatkan ancaman dari pelaku.

Baca Juga :  Sambut Dies Natalis ke-45, IKALUF Komisariat Uniflor Adakan Khitanan Massal

Kepala sekolah pun kata dia, mengumpulkan orang tua korban serta berkordinasi dengan Camat Doreng hingga 8 orang tua korban berhasil dipertemukan dan terdapat kesepakatan.

“Dengan statusnya sebagai ASN P3K kita akan berproses sesuai aturan yang berlaku. Pelaku baru menyandang status sebagai ASN P3K selama setahun,” jelasnya.

Germanus menegaskan, sementara ini kasus pencabulan terhadap 8 siswi yang dilakukan guru KK sedang ditangani Polres Sikka dan pihaknya menunggu sampai proses hukum selesai.

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

RAT ke-37 KSP Kopdit Hiro Heling, Jumlah Anggota 12.935 Orang, Aset Capai Rp42 Miliar
Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah
Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi
Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni
Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni
PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan
Nilai Polres Sikka Tidak Mampu, Keluarga Korban Noni Minta Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasusnya
Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang
Berita ini 1,101 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:27 WITA

RAT ke-37 KSP Kopdit Hiro Heling, Jumlah Anggota 12.935 Orang, Aset Capai Rp42 Miliar

Sabtu, 25 April 2026 - 19:22 WITA

Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah

Sabtu, 25 April 2026 - 08:31 WITA

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Jumat, 24 April 2026 - 20:41 WITA

Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni

Jumat, 24 April 2026 - 16:29 WITA

PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Mengenal Diri: Menemukan True Self di Balik Jubah

Sabtu, 25 Apr 2026 - 19:22 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:37 WITA

Nusa Bunga

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:31 WITA