Sementara Pemerintah Kabupaten Flores Timur meminta agar listrik dipadamkan demi keamanan masyarakat sendiri sebab gunungnya bisa saja suatu waktu akan meletus.
“Saat erupsi besar Gunung Lewotobi Laki-laki, Senin (4/11/2024) jaringan listrik banyak yang mengalami kerusakan namun keesokan harinya Selasa (5/11/2024) jaringan listrik pun sudah kembali normal,” paparnya.
Rully mengakui memang ada penurunan pendapatan akibat erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki namun tidak terlalu signifikan.
PLN UP3 FBT pun sudah memasang jaringan listrik dan 50 meteran listrik di lokasi Huntara dimana satu meteran untuk melayani 5 rumah Huntara dengan daya sebesar 900 watt.
“Saat ini sedang masuk tahap kedua pemasangan untuk Huntara berdasarkan permintaan dari BNPB melalui BPBD Flores Timur,” ungkapnya.
Rully menegaskan, pihaknya memasang meteran baru di Huntara sementara meteran yang sudah terpasang di rumah-rumah warga di Kecamatan Wulanggitang dan Ilebura khususnya desa-desa yang masuk zona merah tetap terpasang.
Ia menegaskan, pihak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini pun tidak merubah apapun di lokasi kampung lama.
“Kami sudah ada komitmen untuk membantu korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki. Pihak pemerintah daerah yang membayar biaya listriknya,”jelasnya.
Sementara itu, Ben Liwu, warga Desa Boru,Kecamatan Wulanggitang mengakui aliran listrik ke rumah-rumah mereka yang berada dalam radius yang ditetapkan untuk dikosongkan memang padam.
Ben mengakui, meski aliran listrik padam namun warga banyak yang sudah kembali dan menempati rumah-rumah mereka termasuk di dalam radius yang seharusnya dikosongkan.
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










