LEWOLEBA, FLORESPOS.net-Event Festival Lamaholot Tahun 2025 di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa berkat tersendiri bagi Kelompok Tenun Pariwisata Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur.
Pasalnya, ragam hasil tenun ikat, sarung, selendang, syal, geba dan senai berbagai motif dan ukuran yang dipajang di stan festival sejak hari pertama hingga hari ketiga laris manis dibeli pembeli.
“Kami bawah tenun ikat banyak di festival ini. Yang paling laris sejak hari pertama sampai hari ini, selendang asli pewarna alami tanaman kaktus laut. Kaktus ini asli dari pesisir pantai Pamakayo,” ungkap Maria Magdalena Keneka Lewar, Ketua Kelompok Tenun Pariwisata Desa Pamakayo.
Maria Lewar dan tiga anggota Kelompok Tenun Pariwisata didampingi Kepala Desa Pamakayo, Petrus Kanisius Sani Herin ditemui di lokasi venue utama Festival Lamaholot 2025, di areal Harnus Kota Lewoleba, Jumat (10/10/2025).
“Kami ikut Festival Lamaholot ini sejak hari pertama sampai selesai hari ini. Ini tahun kedua kami ikut terlibat. Lumayan laku tenun ikat yang kami bawah di Festival Lamaholot Tahun 2025 ini,” kata Kepala Desa Pamakayo, Sani Harin.
Maria Lewar mengatakan, Kelompok Tenun Ikat Pamakayo memamerkan sekaligus menjual tenun ikat berupa selendang, syal, geba, sarung dan senai. Tenun ikat ini umumnya terbuat dari benang dan pewarna asli serta benang pabrik/toko.
Satu hal yang istimewa dari karya tenun ikat yang dipamerkan, ungkap Maria Lewar, yakni pewarna kain tenun ikat terbuat dari pewarna asli tanaman kaktus diambil dari pesisir pantai Desa Pamakayo.
“Ini hari ketiga. Sejak hari pertama sudah laku terjual 5 lembar selendang dan 1 syal. Rata-rata laku terjual dengan harga Rp 300.000,” kayanya.
“Khusus untuk pewarna asli tanaman kaktus, kami jual dengan harga Rp 1000.000. Harga jual tergantung jenis dan ukuran. Juga pewarna asli,” kata Maria Lewar sambil tersenyum.
Kepala Desa Pamakayo, Sani Herin menambahkan, sudah tahun kedua Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur mengikuti Festival Lamaholot di Kabupaten Lembata.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 Selanjutnya










