Sani Herin mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan nilai-nilai penting selama mengikuti Festival Lamaholot di Lembata tersebut.
Buah dari keikutsertaan tersebut, kata Sani Herin, tahun 2026 tepatnya pada bulan Juni, Desa Pamakayo akan menggelar Festival Tenun Ikat.
Pada Festival Tenun Ikat di Desa Pamakayo tahun depan tersebut, akan hadir 12 orang turis atau wisatawan mancanegara yang difasilitasi oleh salah satu pegiat pariwisata, Toni Labuan.
“Kembali dari Festival Lamaholot ini, kami persiapkan untuk Festival Tenun Ikat di Desa Pamakayo. Kami rencana festival ini berlangsung pada tanggal 9-10 Juni 2026,” kata Sani Herin.
Sani Herin menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemda Kabupaten Lembata melalui Dinas Pariwisata yang sudah dua tahun ini melibatkan Desa Pamakayo dalam Festival Lamaholot Tahun 2024 dan Tahun 2025.
“Tahun ini, kami dari Flores Timur ada 4 stand. Ada Pamakayo, Lewokluok, Adonara Timur dan Lewohala. Kami diberi tempat paling depan dari areal venue utama ini. Ini satu kehormatan buat kami, terima kasih banyak Pemda dan Dinas Pariwisata Lembata,” katanya.
Festival Lamaholot Tahun 2025 di Kabupaten Lembata berlangsung sejak Selasa hingga Jumat (7-10/10/2025). Kegiatan ini dipusatkan di areal Harnus, Kota Lewoleba sebagai venue utama.
Festival Lamaholot Lembata tahun 2025 masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini diikuti tiga kabupaten kepulauan rumpun Lamaholot, Lembata, Flores Timur dan Alor. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2










