ENDE, FLORESPOS.net-Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yosef Onekore menggelar seminar sehari dengan tema, “mengubah stigma dan diskriminasi sosial terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)”.
Seminar yang menghadirkan kurang lebih 200 orang tersebut berlangsung di aula Marinus Krol Onekore.
Hadir sebagai pembicara utama dalam seminar sehari ini, Ketua Kelompok Kasih Insanis, Pater Avent Saur, SVD.
Ketua panitia seminar sehari, Herlina Timugale dalam laporannya menyebutkan, stigma terhadap ODGJ menjadi penyakit sosial parah yang mendiskreditkan sesama ciptaan Tuhan dalam kehidupan sosial.
Paroki Santo Yosef Onekore melalui rumpun pemberdayaan mayarakat bidang keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan terpanggil untuk mengubah diskriminasi dan stigma terhadap ODGJ.
“Seminar ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada umat dalam semua kelompok umur mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa tentang ODGJ. Bahwa mereka adalah sesama yang sedang sakit dan membutuhkan pengobatan sama seperti penderita sakit pada umumnya. Seminar ini diharapkan mampu mengubah pola pikir dan pemahaman umat atau masyarakat pada umumnya tentang ODGJ,” kata Herlina.
Ketua rumpun pemberdayaan masyarakat DPP Paroki Santo Yosef Onekore, Yoseph Woge mengatakan, seminar yang menghadirkan Pater Avent Saur, SVD yang telah mendedikasikan hidupnya bagi ODGJ akan mampu mengubah pandangan umat tentang ODGJ.
Seminar ini dihadiri utusan kurang leih 200 orang dari berbagai kalangan. Peserta seminar terdiri dari utusan lingkungan, KUB, siswa sekolah dasar hingga mahasiswa, OMK, guru, Bhabinkmtibmas, dan umat katolik umumnya.

Yoseph Woge mengatakan, dalam berbagai keprihatinannya, DPP Paroki Onekore terpanggil untuk menolong dan membantu umat yang mengalami gangguan jiwa.
Kata dia, dalam undang-undang nomor 8 tahun 2016 sesungguhnya OGDJ masuk dalam kelompok disabilitas mental. Mereka butuh pertolongan dan pengobatan medis seperti warga masyarakat yang menderita sakit pada umumnya.
“Selama ini ada stigma atau pandangan yang salah di tengah masyarakat. Kita selalu menilai sesama yang ODGJ ini sebagai sampah masyarakat. Bahkan ada keluarga atau sesama saudara yang merasa malu jika memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Stigma atau pandangan ini mesti kita ubah ke arah yang benar sehingga sesama saudara ini memperoleh perlakuan yang sama dengan warga masyarakat pada umumnya,” kata Yosef Woge.
Senada dengan Yosef Woge, Pastor Paroki Onekore, Pater Pian Lado, SVD mengatakan, seminar ini diselenggarakan atas kesadaran bersama tentang upaya untuk menyelamatkan sesama umat yang menjadi ODGJ.
Kata Pater Pian, melalui kegiatan ini umat diajak untuk menyamakan persepsi bagaimana melayani ODGJ di Paroki Onekore.
Seluruh umat diharapkan memiliki pandangan dan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana menghadapi dan melayani orang dengan gangguan jiwa.
Seminar yang dipandu moderator, Sil Meta ini mendapatkan atensi yang luar biasa dari para peserta. Peserta yang hadir sejak pukul 08.00 wita ini tak beranjak dari tempat duduknya hingga pukul 15.30 Wita.
Antusiasme peserta juga terlihat pada sesi dialog. Begitu banyak pertanyaan yang diajukan peserta seminar.
Bahkan diakhir seminar, peserta mengusulkan agar seminar ini menghasilkan rekomendasi bagi berbagai pihak untuk bisa membantu sesama yang mengalami gangguan jiwa di Kabupaten Ende.*
Penulis: Anton Harus/Editor: Wentho Eliando










