Di kediamannya yang berlokasi di Kampung Lewur Mes, Kelurahan Lempang Paji, Kecamatan Elar Selatan, Senin 10 Februari 2025, ayah dari RD. Mansuetus Hariman dan Kepala SMKN 2 Elar saat ini, Wilfridus Wardi, S.Fil ini secara teratur dan terjadwal membaca aneka buku dari pelbagai disiplin ilmu yang ditulis dalam Bahasa Indonesia, maupun Bahasa Inggris.
Beberapa buku yang ada di atas mejanya dan yang dibacanya di antaranya berjudul Tuhan Tidak Perlu Dibela karya Abdurrahman Wahid; Buku Telling Michele Turner East Timor, Personal Testimonies 1942-1952; Buku Membongkar Derita Teodice: Sebuah Kegelisahan Filsafat dan Teologi karya Dr. Paul Budi Kleden, SVD (saat menjadi Uskup Agung Ende); dan Buku Paulo Coelho Sang Alchemist; Etika Pastoral Karya Richard M. Gulles; Allah Tak Perlu Dibela.
Selain itu, sosok pegiat literasi ini juga membaca Buku Membangun Kerajaan Allah Membentuk Komunitas Kasih (Yubileum 100 Tahun Paroki Katedral Ruteng) Karya Kanisius Teobaldus Dekim S.Fil, M.Th; Buku Mengenal dan Mencintai Muslim Muslimat karya RP. Philipus Tule, SVD; Buku Sejenak Bersama Tuhan (Kumpulan Doa Malam Keluarga) karya A. Mintara, SJ; Buku Politik Antara Legalitas dan Moralitas karya Dr. Otto Gusti Madung, SVD; dan aneka buku berbahasa Indonesia dan buku berbahasa asing lainnya.
Stanis Dasing kepada media ini mengakui bahwa budaya membaca yang sudah membatin dalam kesehariannya hingga saat ini tidak terlepas dari budaya literasi yang ditimbanya selama dua tahun mengenyam pendidikan di SMP Seminari Kisol tahun 1955 hingga 1957.
“Selama dua tahun saya berada di Seminari Kisol, kami diajarkan untuk gemar membaca buku apa saja. Sosok yang menginspirasi saya untuk terus membaca hingga usia saya mencapai 86 tahun saat ini adalah Guru dan Pembina saya RP. Leo Perik, SVD,” kata Stanis Dasing.
Stanis mengaku dengan rutin membaca buku apa saja, termasuk membaca aneka artikel di pelbagai majalah di antara SKM Dian, Trubus, dan Majalan Catholic Life, ia menimba banyak ilmu dan pengetahuan dari pelbagai dunia dan dari segala rentang waktu.
“Dengan membaca, saya dapat mengenal situasi di pelbagai belahan negara. Saya mengenal sosok-sosok penulis dan bahasan yang ditulisnya dalam buku yang diterbitkan atau majalah yang cetak. Dengan membaca pula, saya memiliki pijakan ilmu untuk saya berkomunikasi dengan siapa saja,” kata Stanis Dasing.
Stanis berpesan kepada generasi muda untuk selalu membudayakan budaya membaca buku, dan menyisihkan waktu dalam setiap hari untuk membaca buku apa saja, termasuk buku berbahasa Inggris.
“Saya juga gemar membaca buku berbahasa Inggris. Dengan membaca buku berbahasa Inggris, saya mendapatkan nilai plus di mana dengan membaca,saya mengetahui materi yang menjadi bahasa dalam buku itu, plus saya mendapatkan keterampilan dalam berbahasa Inggris khususnya tatabahasanya (grammar) dan kata-kata (vocabulary). Sekali lagi, saya mengimbau agar kaum muda atau siapa saja budayakan gemar membaca, khususnya membaca buku,” pinta Stanis Dasing.
Belum Terkonekasi Listrik PLN dan Akses Informasi
Di tengah pelbagai hal positif dan yang mendunia di atas, lahir pula ironi di mana Kota Lempang Paji hingga saat belum terpasang/terkoneksi akses listrik PLN.
Editor : Wentho Eliando










