Lempang Paji Kusayang, Lempang Paji-ku Malang - FloresPos Net - Page 2

Lempang Paji Kusayang, Lempang Paji-ku Malang

- Jurnalis

Kamis, 20 Februari 2025 - 22:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampung Lewur Mes Kelurahan Lempang Paji, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Gambar diabadikan pada Senin 10 Februari 2025. (FOTO: WALBURGUS ABULAT).

Kampung Lewur Mes Kelurahan Lempang Paji, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Gambar diabadikan pada Senin 10 Februari 2025. (FOTO: WALBURGUS ABULAT).

Beberapa pastor di antaranya Reverendus Pater  (RP) Henri Daros, SVD Mantan Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi SKM Dian; Reverendus Dominus (RD). Yosef Tarong; RD. Frans Do; RP. Servulus Isaak, SVD (Studi di Roma dan pernah menjadi Ketua IFTK Ledalero dan Ketua STKIP Santo Paulus Ruteng); RP. Paul Karmani, SVD (bertugas di Filipina) ; RD.Max Haber, RD. Dionisius Os Harjo, RD. Mansuetus Hariman.

Litania nama-nama di atas, semakin membuat saya jatuh cinta dengan keberadaan kampung tua ini.Kampung ini memang menghadirkan keunikan lainnya. Ya, kampung ini sudah menjadi perhatian warga dunia.Betapa tidak. Fakta menunjukkan bahwa nama Kampung ini sudah masuk di google.

Tak percaya, ayo mari kita buktikan. Coba Anda mencari atau mengetik di Google Lempang Paji. Usai mengetik, kita menemukan Nama Lempang Paji di Flores, NTT. Juga di sana muncul peta yang menyebutkan tiga nama yakni Waroekia, longkas, dan Leda.

Baca Juga :  Menpan RB Azwar Anas Bilang Tak Ada Penghapusan Tenaga Honorer
Dari kiri ke kanan: Vikep Reo RD. Herman Ando, Pastor Paroki Lempang Paji RD. Roby Mbongor, dan Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariam sedang bergembira bersama elemen umat dalam acara syukuran serah terima Pastor Paroki Baru Lempang Paji, Minggu (9/2/2025). Foto Walburgus Abulat

Nama Kampung Lempang Paji dengan Bahasa Rembongnya memang memiliki keragaman budaya yang sangat unik. Keunikannya  membuat salah satu dosen Universitas Nasional Singapura Maribeth Erb melakukan penelitian di sana pada era 90-an.

Baca Juga :  Butuh Penanganan Medis Segera, Helikopter Evakuasi 4 Warga Manggarai Timur ke RS Labuan Bajo

Hasil penelitian Dosen ini di antaranya terpublikasi dalam buku berjudul “Rituals of Respect in Rembong  Manggarai Eastern Indonesia”.

Buku  ini bercerita tentang aneka kehidupan sehari-hari warga tentang adat istiadat, pertanian, khususnya pertanian jagung dan padi, dan tentang keseharian warga yang dinilai sangat unik dan khas.

Keunikan Bahasa Rembong dan adat istiadatnya juga menarik minat RP. A.J. Verheijen (Regio SVD) untuk menulisnya yang dibukukan dengan judul Adat Istiadat Orang Rembong di Flores Barat (Regio SVD 1977).

Ya, demikianlah beberapa fakta yang membuka wawasan pembaca bagaimana Lempang Paji yang  turut berkontribusi memajukan ilmu pengetahuan dunia, khususnya di bidang akademik dan karya pastoral.

Kampung Literasi

Selain aneka keunikan dan daya pikat peneliti dunia di atas, nama Lempang Paji juga sangat kental dengan locus pengembangan literasi dasar, khususnya literasi membaca.

Sosok yang konsisten mengembangkan literasi dasar di Kampung ini bernama Stanis Dasing.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Berita ini 1,521 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:38 WITA

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA